Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Kehidupan 5000-an Warga Lambo, Nagekeo Sedang Terancam
HEADLINE

Kehidupan 5000-an Warga Lambo, Nagekeo Sedang Terancam

By Redaksi7 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto:mongabay.co.id
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ini tanah yang sangat potensial untuk pertanian dan peternakan. Semua potensi ini akan hilang kalau ditenggelamkan jadi waduk

Mbay, VoxNtt.com-Rencana pemerintah daerah Kabupaten Nagekeo yang akan membangun Waduk Lambo menimbulkan kecemasan bagi warga Desa Rendu Butowe, Desa Labolewa dan Desa Ulupu.

Rencana pembangunan waduk ini mengakibatkan kurang lebih 5000-an warga di tiga (3) desa tersebut terancam kehilangan tanah.

Demikian disampaikan Ibu Nur, salah satu pioner perempuan dalam penolakan waduk Lambo di depan Benny K. Harman, SH, anggota DPR dari dapil I NTT yang sedang melakukan reses di desa Rendu Butowe, Aesesa Selatan kabupaten Nagekeo, Minggu, (6/11).

Menurut Ibu Nur, rencana pembangunan waduk Lambo yang akan menghabiskan tanah rakyat sekitar 400 ha tidak mendapat restu dari warga setempat.

“Warga akan terus menghadang usaha-usaha pemerintah daerah Nagekeo yang mau membangun waduk Lambo di tempat kami ini. Ini tanah yang sangat potensial untuk pertanian dan peternakan. Semua potensi ini akan hilang kalau ditenggelamkan jadi waduk”, ujar Nur kepada VoxNtt.com.

Penolakan warga, menurut Nur disebabkan oleh tindakan pemda yang tidak seimbang dalam menyampaikan manfaat positif dan negatif dari pembangunan waduk ini.

“Setiap kali sosialiasi kepada warga, pemda melalui timnya hanya memaparkan dampak positif, sedangkan dampak negatifnya tidak pernah disampaikan secara terbuka” ujar Nur

Warga Dipenjara

Penolakan warga semakin meruncing sejak tanggal 17 April 2016 lalu. Kala itu diadakan pertemuan di Kantor Desa Rendu Butowe yang dihadiri Bupati, Wakil Bupati, DPRD dan pimpinan SKPD.

Media setempat mongabay.co.id menceritakan saat diskusi berlangsung alot, seorang anggota Satpol PP berpakaian preman mendorong warga bernama Maksimus Ede Sina hingga jatuh.

Warga lain, Yosep Toze tidak terima langsung memukul oknum Satpol PP tersebut.

Polisi Polsek Aesesa pun datang membawa Yosef dan Maksimus ke polsek dan dijebloskan ke sel tahanan.

Sekitar jam 2 malam, keduanya dianiaya oleh oknum polisi dan saat dimintai keterangan saksinya cuma diambil dari Satpol PP saja, sementara dari pihak warga tidak dimintai keterangan.

“Selang dua hari kemudian Maksimus dibebaskan, sedang Yosef dijadikan tersangka. Dua minggu kemudian Yosef dipindahkan ke Bajawa dan tanggal 6 Juni 2016, ketika masyarakat melakukan aksi demo, Yosef disidangkan dan langsung diputus 9 bulan penjara,” tutur Wily Bei Ou, Wakil ketua Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo. (Rikar/VoN)

Foto Feature: Mongobay.co.id

Nagekeo Ngada
Previous ArticleDi Laut Mahasiswa Elar Selatan, Makasar Gelar Aksi Test Mental
Next Article Di Manggarai, Kadis yang Tak Tegakan Disiplin Pegawainya Akan Diberi Sanksi

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.