Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Mabar Siapkan 100 Lembar Seng Untuk SDI Leda
Regional NTT

Pemkab Mabar Siapkan 100 Lembar Seng Untuk SDI Leda

By Redaksi24 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo-VoxNtt.com– Runtuhnya bangunan sekolah di SDI Leda Kecamatan Kuwus mendapat perhatian dari Pemkab Manggarai Barat.

Pemkab Mabar melalui Badan Pengendalian Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan 100 lembar seng yang selanjutnya akan dikirim  ke SDI Leda untuk mengganti atap bangunan yang telah rubuh.

Kepala BPBD Manggarai Barat  Donatus Jahur yang dikonfirmasi Vox NTT di Labuan Bajo Kamis (24/11) mengatakan, laporan terkait runtuhnya bangunan SDI Leda telah diterima pihaknya dan saat ini 100 lembar seng telah siap disalurkan.

“Kami telah menerima surat dari masyarakat dan untuk menanggapi ini kami sudah siapkan 100 lembar seng untuk perbaikan sekolah tersebut,”kata Donatus kepada Vox NTT,Kamis (24/11).

BACA: Sekolah Rubuh, KBM di SDI Leda Dilakukan di Rumah Warga

Donatus menjelaskan, seratus lembar seng tersebut dialokasikan dari APBD II Kabupaten Manggarai Barat yang memang disiapkan untuk pembelian bahan darurat bencana.

“Seratus lembar seng ini pendanaanya dari APBD II yang dialokasikan untuk pembelian bahan darurat bencana, kita juga sudah konsultasikan ini dengan Bupati,”ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala sekolah SDI Leda Fransiskus Arson mengaku dirinya sangat berterima kasih dengan respon Pemkab Mabar yang dinilai cepat tanggap.

Dia mengaku,bantuan 100 lembar seng tersebut akan menjadi kabar baik juga bagi warga di Desa Pangga yang mulai membangun kembali bangunan sekolah yang telah rubuh akibat angin kencang tersebut.

“Kami sangat berterimakasih dengan respon baik Pemkab Mabar, ini kabar gembira bagi kami dan warga yang telah bekerja untuk membangun kembali bangunan yang runtuh,”kata Arson kepada Vox NTT.

Dia berharap, bantuan ini bisa secepatnya tiba di SDI Leda sehingga aktivitas KBM kembali berjalan normal.

“Semoga bantuan ini secepatnya tiba di sekolah kami sehingga aktivitas KBM bisa berlansung normal dan dilakukan di kelas bukan di rumah warga seperti sekarang,”harapnya. (Eyo/VoN)

Foto Feature: Material sink untuk SDI Leda

Manggarai Barat
Previous ArticleKisah Guru Tuna Netra Mengajar Siswa ‘Buta’ (Memaknai Hari PGRI)
Next Article Manager PLN Ruteng Diminta Segera Diganti

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026
Terkini

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.