Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di TTS, Sebulan Terdapat Dua Orang Pengindap HIV-AIDS
HEADLINE

Di TTS, Sebulan Terdapat Dua Orang Pengindap HIV-AIDS

By Redaksi6 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe,VoxNtt.com-Sebanyak dua orang dalam sebulan warga Kabupaten Timor Tengah Selatan  mengindap penyakit HIV-AIDS.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten TTS, sejak 2007 hingga November 2016 tercatat sebanyak 247 orang yang mengindap penyakit HIV AIDS.

Menurut Antonia Y.M. Kolimon, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten TTS, penderita penyakit HIV-AIDS di Kabupaten TTS menyebar di 28  Kecamatan.

Data tersebut didapat berdasarkan hasil test HIV-AIDS yang dilakukan oleh KPA bekerja sama dengan RSUD SoE.

“Kita mendapatkan data penderita HIV-AIDS tersebut berdasarkan  hasil test atau pemeriksaan darah dari masyarakat yang dilakukan oleh KPA TTS bekerja sama dengan RSUD SoE,”jelas Kolimon.

Untuk tahun 2016 hingga bulan November terdapat 30 orang warga TTS yang dinyatakan positif mengindap penyakit HIV-AIDS.

Sejak tahun 2007 hingga November 2016 penderita penyakit HIV-AIDS cenderung meningkat dengan rata-rata tiap bulan terdapat dua orang yang menderita penyakit HIV-AIDS.

Kecamatan Amanuban Selatan adalah penyumbang tertinggi kasus HIV-AIDS menggantikan posisi kecamatan Kota SoE sebagai  penderita HIV-AIDS berdasarkan laporan dari 28 Kecamatan pada tahun 2015.

Diakui bahwa penemuan kasus pada tahap AIDS masih lebih tinggi dibandingkan kasus HIV. Hal ini menunjukan bahwa program penanggulangan masalah HIV-AIDS belum optimal.

Tingginya kasus AIDS, berakibat pula pada tingginya angka kematian yang dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman ODHA (Orang Dengan HIV-AIDS) tentang manfaatnya ARV bagi kesehatannya.

Adapun kendala lain disebut Kolimon adalah  ekonomi dan juga kurangnya kepedulian dan dukungan keluarga terhadap penderita.

Dari kasus yang ditemukan terdapat 98% penderita HIV-AIDS terinfeksi melalui hubungan seksual beresiko. Sumber infeksi tidak saja diperoleh dari luar Kabupaten TTS, tetapi sudah ada dari dalam Kabupaten TTS sendiri. (Paul/VoN)

Foto Feature: Illustrasi

TTS
Previous ArticlePenting! Informasi Cuaca dan Lonjakan Penumpang ASDP Ferry Menjelang Liburan Natal
Next Article Sejak tahun 2007, Ini Jumlah Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten TTS

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.