Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Isu “Resuffle Kabinet” Menguat, Bupati Tote Diminta Dengar Saran Publik
Regional NTT

Isu “Resuffle Kabinet” Menguat, Bupati Tote Diminta Dengar Saran Publik

By Redaksi21 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Isu bakal adanya pergantian dan pergeseran di kalangan Aparat Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Manggarai Timur, mulai menghangat.

Banyak spekulasi yang dimunculkan. Beberapa dinas besar seperti dinas pendidikan, PU dan dinas Kesehatan menjadi sorotan.

Pengamat kebijakan publik Andy Jelalu kepada media ini di Borong Rabu (21/12/2016) mengungkapkan harusnya bupati Manggarai Timur memberi perhatian khusus kepada tiga instansi ini, karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik.

Bupati tidak boleh berspekulasi dengan ketiga SKPD, karena erat kaitan dengan perwajahan pemerintah.

“Pekerjan Umum misalnya membutuhkan pemimpin yang memiliki sensisitif terhadap isu infrastruktur di daerah terpencil seperti kecamatan Elar dan Elar Selatan” kata Andy.

Untuk dinas kesehatan Andy menganjurkan manager kesehatan yang mumpuni.

“Tidak harus dokter yang memimpin dinkes” katanya

Sementara di sektor pendidikan, harusnya mulai serius menangangi mutu dan penanganan guru yang lebih manusiawi, meskinya jangan terlalu sibuk mengurus proyek dan pecat memecat yang menimbulkan keresahan di publik.

Lebih lanjut Andy mengharapkan di akhir masa kepempinan Bupati Yosep Tote harus lebih banyak mendengar publik, karena publik bisa menilai mana pejabat ASN yang berkualitas mana pejabat yang karena bermodalkan kedekatan dan jasa politik.

“Saya kira bupati Yoseph Tote akan meninggalkan kenangan yang baik sebagai peletak dasar Manggarai Timur, sudah saatnya estafet pemerintahan di berikan kepada lapisan kedua di pemerintahan, anak-anak muda yang potensial supaya soft landing, begitulah” pungkasnya.

Foto Feature: Kantor Bupati Matim (Ist)

Manggarai Timur
Previous ArticleUntuk Kota Borong dan Sekitarnya, 51 Personil Amankan Perayaan Natal
Next Article Polisi Tembak Mati 3 Terduga Teroris di Banten

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.