Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sejumlah Kontraktor di Mabar Keluhkan Perilaku PPK dan PHO
Regional NTT

Sejumlah Kontraktor di Mabar Keluhkan Perilaku PPK dan PHO

By Redaksi22 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,VoxNtt.com-Sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II di Manggarai Barat (Mabar) mengeluhkan perilaku oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim Provisional Hand Over (PHO) di sejumlah instansi daerah itu.

“Diduga oknum PPK dan tim PHO itu berbelit-beli dalam memberikan pelayanan bahkan meminta sejumlah uang kepada kontraktor. Hal serupa juga dilakukan oknum bendahara tertentu di Pemkab Mabar.” kata Wakil Ketua DPRD Mabar, Abdul Ganir menyambung keluhan para kontraktor tersebut, Kamis (22 /12).

Menurut Abdul Ganir, dirinya mengetahui ulah‎ PPK dan tim PHO dari keluhan sejumlah kontraktor yang didengarnya selama ini bahwa kalau  kontraktor ingin bertemu PPK dan tim PHO di instansi tertentu di lingkup Pemkab Mabar, terkesan dipersulit.

“Ada yang bilang sedang sibuk, ada lagi yang bilang sedang urusan dengan keluarga dan sebagiannya. Akibatnya penyelesaian proyek kontraktor yang bersangkutan‎ kadang-kadang terlambat,” kata Ganir.

Anehnya, lanjut Ganir, ada juga oknum PPK dan tim PHO yang turun ke lapangan menggunakan kendaraan milik kontraktor.

Dan kalau mengunakan kendaraan kontraktor, pemeriksaan fisik proyek hampir tidak tidak menemukan kendala dan hasilnya lancar-lancar saja.

“Padahal, PPK atau tim PHO ketika turun ke lapangan dalam menjalan tugasnya dibiaya oleh daerah. Biaya perjalanan dinas telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” kata  Ganir.

Perilaku yang sama juga menurut Ganir, terjadi pada bendahara dimana pengajuan dan pencairan anggaran untuk kontraktor tertentu dikerjakan terlambat.

“Benar atau tidaknya informasi ini,tetapi hal ini menjadi perhatian bagi semua pihak di Mabar. Bahwa tahun 2017 APBD Mabar mencapai Terliunan Rupiah. Oleh karena itu perlu hati-hati,jangan sampai ada kebocoran di sana-sini,” ‎Ujar sekertaris PAN Mabar itu. (VoN)

Foto: Illustrasi

 

Manggarai Barat
Previous ArticleIni Aktivitas Enam Warga Jambi yang Ditahan Polres TTS
Next Article Kata Mereka Tentang Hari Ibu

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.