Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ini Aktivitas Enam Warga Jambi yang Ditahan Polres TTS
HEADLINE

Ini Aktivitas Enam Warga Jambi yang Ditahan Polres TTS

By Redaksi22 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, VoxNtt.com – Sebanyak 6 orang warga Jambi, Sumatera Selatan diamankan aparat kepolisian TTS pada Kamis (22/12) sekitar pukul 11.00 wita .

Mereka diamankan polisi ketika mendapat laporan dari Lurah Oebesa saat hendak mengurus surat keterangan domilisi sementara di kantor kelurahan setempat.

BACA: Hindari Amukan Massa, 6 Warga Jambi Diamankan Polres TTS

Menurut Abrizaldi, salah satu warga yang ditahan tersebut, ia dan kelima rekannya sehari-sehari bekerja sebagai pedagang keliling aksesoris seperti jam tangan dan ikat pinggang.

“Kami memang warga Jambi dan kedatangan kami ke TTS untuk menjual barang-barang aksesoris seperti jam tangan, ikat pinggang dan aksesosri lain,”aku Abrizaldi.

Lebih lanjut tutur Abrizaldi, dia bersama temannya sudah memberikan indentitas berupa foto copy KTP kepada pemilik kost untuk selanjutnya melapor ke RT dan RW setempat untuk mengurus surat keterangan domisili sementara.

“Kami sudah serahkan foto copy KTP ke pemilik kost agar kami ditemani melapor ke ketua RT dan kelurahan untuk urus surat keterangan domilisi,”jelas Abrizaldi yang diamini  Dezrisal, salah satu rekannya.

Namun oleh pemilik kost foto copy KTP tersebut tidak diteruskan ke aparat pemerintah setempat, sehingga ketika diadakan monitoring oleh pihak kelurahan barulah mereka menuju ke kantor Lurah Oebesa untuk mengurus surat keterangan domisili.

Sementara proses pengurusan  berlangsung, datanglah sekelompok orang yang dengan suara sumbang yang mengatai mereka teroris.

“Kami bukan bagian atau kelompok dari teroris, kami murni penjual aksesori keliling, ke pasar-pasar baik pasar yang ada di desa-desa maupun pasar yang ada di kota SoE,”tutur Abrizaldi.

Dezrisal menambahkan, sebelum menjual di Kabupaten TTS, mereka juga pernah menjajakan barang aksesoris di Ruteng, Bajawa, Maumere dan Larantuka, Kupang baru kemudian ke TTS.

Abrizaldi dan Dezrisal juga  mengaku keberadaan mereka bersama 4 orang temannya sejak tanggal 16 November 2016 di SoE.

Selama sebulan itu keenamnya menjual kelilng barang-barang aksesoris ke pasar-pasar yang berada di pelosok desa dan juga di pasar yang berada di Kota SoE.

Berdasarkan keterangan keduanya, sebenarnya mereka berjumlah 8 (delapan) orang, namun dua temannya yaitu Karniadi dan Dodi Indra sudah terlebih dahulu meninggalkan Kota Soe.

Hingga kini ke 6 orang warga Jambi tersebut masing- masing Supardi, Afrizaldi, Hardi, Irwan P. Lani, Dezrisal, Zaidulman masih diamankan di Mapolres TTS.(Paul/VoN)

Foto Feature: Abrizaldi dan Dezrisal di salah satu ruangan Polres TTS (Foto: Paul)

TTS
Previous ArticleSingle Mom: Fight and Survive
Next Article Sejumlah Kontraktor di Mabar Keluhkan Perilaku PPK dan PHO

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.