Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tak Lazim, Warga Napung Seda Tolak Pemberian Uang Saat Bersihkan Jalan
Regional NTT

Tak Lazim, Warga Napung Seda Tolak Pemberian Uang Saat Bersihkan Jalan

By Redaksi25 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com– Hujan dan angin pada akhir-akhir ini memang sering menyisahkan material-material di jalan raya.

Material-material tersebut antara lain tanah, batu kerikil, sampah, bahkan batang pohon yang tumbang ditiup angin yang berpotensi menghambat  para pengguna jalan.

Fenomena alam ini tak jarang menjadi kesempatan bagi warga setempat yang umumnya anak muda untuk mendapatkan uang tambahan dengan kedok membantu pengguna jalan.

Di Maumere sudah bukan hal baru bila dalam perjalanan Anda menemukan sekelompok anak muda sedang menimbun tanah atau memotong batang pohon yang tumbang dan meminta uang, pada pengguna jalan.

Seringkali mereka kemudian membakar ikan, pisang atau umbi-umbian dan minum moke di tempat tersebut.

Namun berbeda dengan yang ditemukan VoxNTT.Com pada Sabtu, 24/12/2016 di Napun Seda, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Sikka.

Sejumlah warga membersihkan tanah dan batu kerikil yang menutupi badan jalan. Sebagian menyekop tanah, sementara sebagian lagi memasukkan tanah ke dalam karung.

Bila ada pengendara sepeda motor atau angkutan umum yang hendak melintas, mereka berhenti dan mempersilahkan pengendara untuk melintas.

Beberapa pengendara yang melihat kerumuman tersebut langsung menyiapkan uang untuk diberikan kepada warga yang bekerja.

Ternyata, pemberian tersebut ditolak. Mereka tak meminta uang atau bayaran apa pun atas pekerjaan mereka tersebut.

“Ini kami lakukan secara sukarela untuk menolong sesama yang melewati jalan iki,” ujar Renda, Ketua RT 14/ RW 05 Dusun Napung Seda.

Renda mengatakan tanah yang dikumpulkan akan dimasukkan ke dalam sejumlah karung berukuran 20 kg.

Karung yang sudah diisi tanah tersebut selanjutnya disusun di pinggir jalan.

“Kami sengaja pasang karung seperti ini supaya air tidak meluap kejalan sekaligus untuk mencegah air mengalir ke rumah warga yang terletak lebih rendah dari badan jalan,” tegasnya. ( ADP/VoN)

Foto Feature: Warga Napun Seda, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante sedang memebersihkan jalan dari timbunan tanah pada Sabtu, 24/12/2016

 

Sikka
Previous ArticlePemuda Mesjid dan Hindu Bantu Jaga Keamanan Natal di Kota Kupang
Next Article Awang Notoprawiro: Mari Jadikan Natal Sebagai Momentum Merawat Keberagaman

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.