Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sengketa Tanah di Mabar, Dua Orang Tewas
HEADLINE

Sengketa Tanah di Mabar, Dua Orang Tewas

By Redaksi16 Januari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Diduga masalah tanah, kasus pembunuhan terjadi di Kampung Mejerite Rangko, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) hari ini, Senin (16/1/2017).

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, kasus tersebut telah menewaskan dua korban, masing-masing, Alo (50 tahun) dan Don (48 tahun). Kedua korban berasal dari Kusu Lao, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Dikabarkan, kasus pembunuhan oleh sekelompok orang kepada dua pekerja harian tersebut terjadi di atas tanah milik  Fauziah. Sesaat sebelum kejadian, dua korban sedang bekerja membantu operator excavator untuk meratakan tanah milik Fauziah.

Namun tak disangka, sekelompok orang datang sekitar pukul 11.30 Wita dan langsung membunuh Alo dan Don hingga tewas di tempat kejadian perkara.

Kapolres Mabar, AKBP Supiyanto membenarkan kasus yang menyebabkan dua orang meninggal dunia tersebut.

“31 orang sudah diamankan di Polres Mabar,” aku Supiyanto melalui pesan Whatapp senin sore.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata dia, mereka berasal dari Kampung Mbehel, Desa Tanjung Boleng, Kecamatan Boleng-Mabar.

“Mengakunya seperti itu, kebenarannya masih kita dalami,” kata Supiyanto. (Ardy Abba/VoN)

Foto: Dua korban dalam aksi pembunuhan di Mejerite Rangko-Mabar (Foto: Grup Whatapp)

Manggarai
Previous ArticleTerkait Hayer dan Fallo Jadi Direktur PDAM, Ini Kata Bupati Mella
Next Article Sampah Berserakan di Ujung Timur SPBU Carep Ruteng

Related Posts

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.