Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Belum Ada Sosialisasi Tapal Batas, Perambahan Hutan di Sikka Marak Terjadi
NTT NEWS

Belum Ada Sosialisasi Tapal Batas, Perambahan Hutan di Sikka Marak Terjadi

By Redaksi27 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proses presentasi hasil penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam pada Rabu, 25/1/2017 di Kantor Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Sikka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com-Petani peneliti asal Desa Natakoli, Kecamatan Mapitara, Sikka menilai maraknya perambahan hutan di kawasan Egon Ilimedo diakibatkan karena belum ada tapal batas hutan yang jelas.

Perambahan hutan itu berwujud penebangan pohon (ilegal logging) dan pembukaan kebun baru.  Demikian hasil Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam yang dilakukan oleh petani peneliti Ignasius Irianto, Ignasius Warat dan Hermina Heret.

“Akibatnya debit air dari sejumlah mata air berkurag bahkan ada mata air yang kering di musim panas,” ujar Irianto saat mempresentasikan hasil penelitiannya pada Rabu, 25/1/2017 di Kantor Desa Natakoli.

Perambahan hutan ini diduga disebabkan oleh tidak jelasnya tapal batas hutan lindung.

“Sejauh ini belum ada sosialisasi dari instansi terkait perihal tapal batas hutan lindung Egon Ilimedo,” ungkap Irianto.

Selain itu, belum ada pemberdayaan masyarakat setempat untuk turut terlibat mengelola sumber daya alam khususnya hutan di lokasi tersebut.

Kesadaran masyarakat yang masih rendah terkait manfaat hutan juga ditengarai sebagai penyebabnya.   Alasan lainnya adalah keterbatasan lahan garapan masyarakat serta pola bertani dengan lahan berpindah.

“Lahan yang terbatas dan belum dipraktikkannya model bertani lahan terpadu turut berkontribusi terhadap maraknya perambahan hutan,” ujar Mus Muliadi, pegiat Wahana Tani Mandiri (WTM) yang selama ini mendampingi para petani.

Terdapat tiga mata air utama di Desa Natakoli, yakni Wair Lago, Wair Toke, dan Wair Ba Merak. Ketiga mata air ini yang menjadi sumber utama air bersih bagi masyarakat.

Selain itu, terdapat  beberapa sumber mata air kecil yang sering mengalami kekeringan terutama di musim kemarau.

Pantauan VoxNtt.Com, Kepala Desa Natakoli, Tefbana dan Manager Program WTM, Heri Naif hadir dalam kesempatan tersebut.

Turut hadir Babinsa, para petani, dan sejumlah tokoh masyarakat. Terkait perambahan hutan tersebut, forum bersepakat merekomendasikan kepada Dinas Kehutanan agar melakukan sosialisasi tapal batas. Selain itu diperlukan juga pemberdayaan masyarakat dalam mengelola kawasan hutan. (Are/VoN).

Sikka
Previous ArticleHujan Deras, Atap Sekolah MI Al Awwalul Diterjang Angin
Next Article Hotel Mewah Milik Pemkab Mabar Kini Jadi Tempat Kumpul Mobil Angkutan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.