Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gaji Telat, Produktivitas Guru di SMKN I Kupang Menurun
Regional NTT

Gaji Telat, Produktivitas Guru di SMKN I Kupang Menurun

By Redaksi7 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jevry Bolla
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Selama hampir dua bulan terakhir, guru di SMKN I Kupang mengeluhkan keterlambatan gaji  guru akibat belum rampungnya peralihan data dari kabupaten/kota ke dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Selama dua bulan kami belum terima gaji pak. Ini sangat berpengaruh dengan produktifitas kami saat proses belajar mengajar” keluh Jevry Bolla, guru bahasa Inggris di SMKN I Kupang.

Dikatakan Jevry, para  guru bisa memaklumi keterlambatan gaji tersebut karena belum rampungnya data peralihan seluruh guru SMA/SMK se kabupaten/kota di NTT.

Namun akibatnya sangat berpengaruh bagi produktivitas guru di sekolah-sekolah di NTT termasuk di SMKN I Kupang.

“Para guru tak bisa penuhi kebutuhan selama dua bulan penunggakan gaji. Juga tak ada dana cadangan untuk kebutuhan mendadak seperti kalau anak sakit apalagi di musim hujan” kata Jevry kepada VoxNtt.com, Selasa (07/02/2017)

Ia berharap agar proses perampungan data guru peralihan tersebut bisa dipercepat sehingga situasi ekonomi guru bisa kembali normal.

Selain itu, lulusan manajemen pasca sarjana Universitas Gajah Mada ini juga menganjurkan supaya dalam pengolahan data hrus berbasis data elektrik agar terintegrasi dalam satu server sehingga pada saat mutasi  guru ke depannya mudah untuk diidentifikasi. (AH/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticlePohon Tumbang Lumpuhkan Transportasi Jalur Benteng Jawa-Bawe
Next Article Kejari Bajawa Bantah Isu Penghentian Kasus Malafai

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.