Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pelayaran Ditutup, Pisang Asal Matim Membusuk di Labuan Bajo
Regional NTT

Pelayaran Ditutup, Pisang Asal Matim Membusuk di Labuan Bajo

By Redaksi7 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pisang-pisang yang diangkut oleh sejumlah mobil ekspedisi dari Manggarai menuju Mataram, Denpasar dan Surabaya membusuk di Dermaga ASDP Labuan Bajo (Foto: Satria)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,VoxNtt.com-Pisang-pisang yang diangkut sejumlah mobil ekspedisi dari Manggarai menuju Mataram, Denpasar dan Surabaya membusuk lantaran tertahan selama berhari-hari di dermaga ASDP Labuan Bajo.

Selama beberapa hari terakhir pelayaran Feri sedang ditutup karena cuaca buruk dan gelombang tinggi di perairan Flores.

Pantuan VoxNtt.com, kendaraan yang tertahan itu berupa ekspedisi, truk dan mobil box berjumlah  sekitar 35 unit.

Sejumlah mobil itu hendak menyeberang ke Sape, NTB untuk selanjutnya menuju Mataram, Denpasar dan Surabaya.

Sementara sejumlah sopir mobil ekspedisi yang mengakut pisang, mulai mengeluarkan pisang yang busuk untuk diangkut ke tempat sampah. Sebagian yang baik dijual kepada warga Labuan Bajo.

Supir Ekspedisi, Saferius Klade yang ditemui media ini di Dermaga ASDP Labuan Bajo , Selasa (7/2/2017) mengaku kerugian sebesar Rp 40 Juta. Rincian kerugian berupa biaya angkut dan biaya 1.000 tandan pisang.

” Pisang kami ambil di Wae lengga, Kabupaten Manggarai Timur. Pisang ini mau dibawa ke Denpasar,” tutur Saferius.

Supir Ekspedisi lainnya, Ahmad Sabar mengaku merugi sebesar Rp 70 juta. Seluruh pisang membusuk dan tidak bisa dijual kembali. Dirinya tidak mengetahui jika pelayaraan feri tujuan Mataram ditutup.

“Ini baru pertama kali kami merasakan seperti ini. Kami rugi besar akibat pelayaran feri ditutup,” ujar Ahmad.

Pelaksana Harian Jenderal Manajer ASDP Cabang Sape, Sutarjo di Labuan Bajo mengatakan penutupan pelayaran sejak 1 Februari 2017 lalu.

Diperkirakan akan kembali membuka pelayaran ke Sape pada, Minggu, 12 Februari 2017.

” Gelombang setinggi 4 – 6 meter di Perairan Flores. Kita perkirakan Tanggal 12 Februari jalan Subuh pukul 04.00 Wita untuk berangkat ke Sape dari Labuan Bajo,” ujar Sutarjo. (Satria/VoN).

Manggarai Barat
Previous ArticleProyek Jalan Ini Bawa Masalah bagi Warga Roa Ende
Next Article Araksi Minta Jaksa Segera Tahan Sekda TTS

Related Posts

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.