Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kapela Tolok Poco Ranaka Ambruk Diterjang Angin
NTT NEWS

Kapela Tolok Poco Ranaka Ambruk Diterjang Angin

By Redaksi8 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kapela Tolok Poco Ranaka Ambruk Diterjang Angin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Sebuah Kapela Watu Paci di Kampung Tolok, Desa Lenang, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ambruk diterjang angin kencang pada, Selasa (7/2/2017).

“Kejadiannya kemarin pak, awalnya jam 11.00. Lalu, ditambah angin kencang jam 3 sore,” kata Sekretaris Desa Lenang, Eberardus Tantu yang dihubungi VoxNtt.com via ponselnya, Rabu (8/2/2017).

Untuk hari ini, kata dia, angin kembali menerjang hingga hanya menyisakan  sedikit total sink gereja kecil yang berdindingkan papan tersebut.

Dikabarkan kayu bantal tumpuhan sink pun patah lantaran disambar angin.

Senada dengan Eber, Kepala Desa Lenang Yosef Jasa mengaku angin kencang disertai hujan lebat yang mengguyur sejak kemarin membuat Kapela tersebut ambruk.

“Terbaru, angin serta hujan sepanjang hari ini membuat Kapela Tolok hancur terbawa angin,” tulis Kepala Desa Lenang, dalam status facebooknya “Yosef Jasa”, Selasa siang.

Dihubungi terpisah, pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Matim Anton Dergon yang dikonfirmasi VoxNtt.com mengatakan, pihaknya baru mendengarkan kabar insiden ambruknya Kapela Tolok dari sejumlah sumber.

Terhadap bencana ini, Dergon meminta kepala desa Lenang agar membuat laporan secara tertulis dan dikirimkan ke BPBD Matim. Laporan tersebut nantinya harus dilampirkan dengan foto-foto bencana sebagai bukti.

“Kita punya dokumen, kalau nanti kita alokasikan anggaran ke situ sudah ada dasarnya,” katanya.

Dergon menambahkan, hujan lebat disertai angin kencang beberapa pekan terakhir memang sudah menyebabkan sejumlah bencana di Matim.

“Terkait bencana yang melanda Matim, kita memang cukup banyak mengalami bencana, termasuk banyak sekolah, rumah masyarakat yang rusak,” aku Dergon. (Ardy Abba/VoN).

Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleJATAM Peringatkan Bahaya ‘Ijon Politik’ Tambang di Pilkada Lembata
Next Article Tekait Korupsi Lando-Noa, Ini Penjelasan Kapolres Mabar

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.