Nelayan asal Desa Gorontalo,Kecamatan Komodo, Daeng Lebu saat berada di Pantai Pede untuk memantau kapal ketinting miliknya (Foto: Satria)

Labuan Bajo,VoxNtt.com-Cuaca buruk disertai gelombang tinggi yang terjadi di perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) dalam dua pekan terakhir membuat para nelayan di Labuan Bajo tidak melaut.

Pantauan VoxNtt.com, sejumlah nelayan di Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo lebih memilih memarkir perahu ketinting di bibir pantai Pede ketimbang harus memaksa melaut.

Daeng Lebu, nelayan asal Desa gorontalo, Rabu (8/2/2017) menuturkan dirinya bersama puluhan nelayan lainnya tidak melaut usai tahun baru imlek minggu lalu.

“Sejak 3 Februari 2017 para nelayan mulai memarkir perahu ketinting ¬†di pingir pantai karena cuaca yang buruk disertai gelombang yang tinggi, sehingga nelayan tidak berani melaut,” ujarnya.

Akibat tidak melaut, terpaksa istri nelayan tidak dapat menjual ikan untuk bertahan hidup. Padahal biasanya, pagi hari para istri  nelayan di Gorontalo sudah mulai menjual ikan.

“Ikan yang kami tangkap langsung di jual oleh istri dan keluarga para nelayan. Karena sudah tidak melaut istri terpaksa tidak menjual ikan,” katanya.

Sementara itu, nelayan lainnya, Thalib Sakir menuturkan dirinya lebih memilih mencat dan memperbaiki mesin sampan ketinting miliknya selama tidak melaut.

Hanya dengan menghabiskan waktu kosong untuk memperbaiki sampan ketinting di kala tidak melaut.

Sedangkan bekal untuk menghidupi keluarganya masih ada cadangan beras dan kebutuhan lain.

“Mudah-mudahan minggu depan gelombang sudah tidak ada,sehingga kita mulai melaut lagi,” tutur Thalib.

Sementara itu, akibat tidak melautnya nelayan di Labuan Bajo harga ikan melonjak tinggi di sejumlah pasar di Labuan Bajo.

Seperti ikan Lajang di TPI labuan Bajo dan Pasar Batu Cermin harga mencapai Rp 40 Ribu/Kg, sebelumnya hanya Rp 10 Ribu/Kg.

Begitun jenis ikan lainnya harga naik Empat kali lipat dari harga normal sebelumnya. (Satria/VoN)

 

 

alterntif text