Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pekerjaan RSUD Matim Belum Tuntas
HEADLINE

Pekerjaan RSUD Matim Belum Tuntas

By Redaksi13 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi RSUD Matim saat ini
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong,VoxNtt.com-Pembangunan gedung rawat jalan RSUD Matim dengan anggaran 7,6 Miliar melalui  APBD II tahun 2016 masih belum tuntas dikerjakan oleh PT.Floresco selaku kontraktor pelaksana.

Padahal, PPK Proyek itu kepada media di Borong mengaku sudah di Provisional Hand Over (PHO) pada 22 Desember 2016 lalu.

Pantauan VoxNtt.com, Senin (13/2/2017) tampak beberapa tukang dari PT.Floresco sedang mengerjakan plester dinding pada lantai II Gedung rawat jalan itu.

Selain itu, seluruh Gedung belum diplester. Begitu juga dengan lantai gedung masih kasar dan belum dipasangkan keramik.

Perwakilan dari PT.Floresco yang ditemui di RSUD Matim, Dedy kepada VoxNtt.com mengaku gedung rawat jalan dan area parkir dikerjakan oleh PT.Floresco sementara konsultan pengawasnya sebuah perusahan dari Bandung, Jawa Barat.

Kondisi RSUD Matim saat ini

Menurutnya, proyek tersebut sudah di-PHO pada bulan Desember 2016 lalu. Namun, pihaknya selaku kontraktor pelaksana masih mengerjakan sebagian pekerjaan yang belum selesai seperti menutup lubang-lubang bangunan yang belum tuntas.

“Masih dalam tahap pemeliharaan, sehingga kita menyuruh tukang untuk menutup lubang tersebut,” ujar Dedy.

Seperti ketahui, pembangunan gedung rawat jalan RSUD Matim ini menjadi trending topik dalam beberapa minggu terakhir di Borong.

Dari isu yang beredar menyebutkan pegawai Dinas Kesehatan di Matim tolak  menjadi panitia PHO dengan alasan PHO dilakukan belum 100 %.

Selain itu, politisi PDI Perjuangan, Niko Martin di berbagai media di Borong mengeluarkan pernyataan bahwa adanya dugaan Mark Up dan PHO fiktif proyek RSUD tersebut.

Atas dugaan tersebut, Niko Martin mengirim surat resmi kepada BPKP Perwakilan NTT untuk meminta BPKP mengaudit pembangunan RSUD Matim itu. (Satria/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleJelang Pilkada Serentak di NTT, Getar Nusa Ajak Pemilih Jangan Tusuk Koruptor
Next Article Lantik 157 Eselon III, Wabup Madur Minta Jadi Motor

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.