Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Ende, 396 Paket Proyek Tahun 2016 Belum Dibayar
Regional NTT

Di Ende, 396 Paket Proyek Tahun 2016 Belum Dibayar

By Redaksi17 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Keuangan dan Pengelolan Aset Daerah Kabupaten Ende, H. Abdul Syukur. (Foto: Ian/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Voxntt.com-Pengelolaan proyek selingkup SKPD di Kabupaten Ende pada tahun anggaran 2016 menuai berbagai masalah.

Walaupun secara fisik pekerjaan proyek sudah dinyatakan seratus persen, namun, hingga saat ini dana proyek belum dicair.

Kepala Dinas Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah, H. Abdul Syukur, kepada wartawan, Jumat (17/2/2017) di ruang kerjanya menuturkan, terlambatnya pencairan dana proyek disebabkan keterlambatan kelengkapan administrasi dari berbagai SKPD.

Abdul menjelaskan, ada dua hal penting dalam kelengkapan administrasi yakni kelengkapan dokumen anggaran dan kelengkapan pencairan dari SKPD.

“Kalau kelengkapan sudah lengkap maka anggaran akan dicair. Nah, dari ratusan paket tersebut karena belum diserahkan kelengkapan ke kami. Sampai saat ini dokumen anggaran sudah selesai. Yang belum adalah dokumen pencairan,” ungkap Abdul.

Beliau mengatakan, proses pencairan akan dilakukan apabila pihak SKPD selingkup Kabupaten Ende menyerahkan perlengkapan administrasi. Keterlambatan tersebut, jelas Abdul, terjadi pada beberapa SKPD, Kecamatan dan Kelurahan.

Keterlambatan perlengkapan administrasi pada 15 SKPD yakni 11 dari Dinas dan Badan, 2 dari Kecamatan dan 2 dari Kelurahan.

“Dinas keuangan tidak memperlambat pencairan. Nah, kami tergantung dari beberapa dinas,” katanya.

Kadis Abdul membeberkan jumlah paket proyek tahun anggaran 2016. Total sebanyak 615 paket proyek. 219 paket sudah memenuhi persyaratan dan sudah dicairkan.

“Yang sisa itu belum ada kelengkapan. Kami masih menunggu untuk dilengkapi,” ucap Abdul.

Untuk diketahui, ratusan paket proyek sudah dilakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pada Desember 2016. Sementara anggaran yang sudah dikucurkan menggunakan dana silpa sebesar 71 miliar lebih.(Ian/VoN)

Ende
Previous ArticleIni Isi Somasi Edi Endi untuk Ketua DPP Golkar
Next Article Dukung Swasembada Pangan Nasional, Kodim 1602 Ende Segera Cetak 65 Hektar Sawah

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.