Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pinjam Uang Rp 160 Juta Pada Pihak ke III, BPBD Sikka Disorot
Regional NTT

Pinjam Uang Rp 160 Juta Pada Pihak ke III, BPBD Sikka Disorot

By Redaksi17 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Lembaga Advokasi dan Pendidikan Kritis (Bapikir), John Bala
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Tindakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sikka yang meminjam uang senilai Rp 160 juta pada pihak ketiga menuai kritikan dari pemerhati dan biarawan.

Dikabarkan, uang tersebut digunakan untuk penanggulangan bencana sepanjang Desember tahun 2016 lalu di kabupaten yang sedang dipimpin bupati Yos Ansar Rera dan Wabup Paulus Nong Susar itu.

Direktur Lembaga Advokasi dan Pendidikan Kritis (Bapikir), John Bala menilai pinjaman senilai Rp 160 juta tersebut merupakan salah satu bukti bahwa Pemda Sikka tidak menyiapkan perencanaan mitigasi bencana.

“Pemda Sikka tidak siap hadapi bencana sementara mereka sibuk bangun monumen bencana,” tegas John Bala kepada VoxNtt.com di kediamannya, Jumat (17/2/2017).

Seharusnya, kata dia, Pemda Sikka menyiapkan dana kontigensi untuk mitigasi bencana.

“Dengan meminjam ke pihak ke tiga menunjukkan kualitas respon cepat untuk mitigasi bencana sangat rendah,” tukas John.

Bukti lainnya adalah tidak adanya penguatan kapasitas masyarakat dan institusi untuk menghadapi bencana.

Menurut pendiri PBH Nusra ini, Rera dan Susar seharusnya menyiapkan program-program agar masyarakat Sikka siap menghadapi bencana.

“Abrasi dan badai ini kan bencana yang hampir terus terjadi setiap tahunnya,” ujar John

Lebih aneh lagi, demikian dia menambahkan, ketika ada kebijakan untuk menggelontorkan uang senilai kurang lebih Rp 2,5 miliar demi membangun monumen bencana.

“Belum selesai bicara tugu kita didera bencana dan BPBD pinjam uang dari pihak ketiga untuk atasi bencana,” katanya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan Monumen Tsunami yang menggunakan nomenklatur proyek Penataan Taman Kota saat ini sedang dipansuskan di DPRD Sikka.

Diduga terjadi sejumlah pelanggaran dalam proyek senilai Rp 2.564.000.000 tersebut, baik itu dalam konteks ekologi maupun mekanisme pelaksanaannya.

Oleh karenanya, John menghimbau masyarakat Sikka terutama para korban bencana agar tidak tinggal diam.

“Kita perlu curiga apa maksud Pemda mengabaikan persiapan menghadapi bencaba tetapi habis-habisan membangun monumen bencana,” tegasnya. (Are/VoN)

Sikka
Previous ArticleGelar Muscab II, Partai Hanura TTU Targetkan 5 Kursi di DPRD
Next Article Dana Jaminan Kesehatan Mengendap di Rekening Puskesmas, PDIP Matim Kesal

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.