Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Di Mbay Harga Minyak Tanah Melonjak Hingga Rp 12.000 Per Liter
Regional NTT

Di Mbay Harga Minyak Tanah Melonjak Hingga Rp 12.000 Per Liter

By Redaksi18 Februari 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi kelangkaan minyak tanah (Foto: Fajar.co.id)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, VoxNtt.com- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis minyak tanah terjadi di wilayah Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Akibatnya, harga minyak tanah pun melambung tinggi.

Dikabarkan, harga jual tingkat pengecer melonjak hingga mencapai Rp 12.000 per liternya.

Padahal berdasarkan data yang dihimpun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan per 1 Januari 2017 harga minyak tanah hanya sebesar Rp 2.500 per liter.

Kebijakan tersebut merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan,  Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak dan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 27 Tahun 2016 tentang Perhitungan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Naiknya harga minyak tanah ini membuat masyarakat di Mbay semakin resah lantaran dinilai sangat mahal dari biasanya.

Hal tersebut pun diakui AR dan Ani warga Kelurahan Towak- Mbay.

Kepada VoxNtt.com, Jumat (17/2/2017) malam, mereka mengaku kenaikan harga minyak tanah cukup tinggi di tingkat eceran. Itu sebagai akibat dari kelangkaan minyak tanah di pasaran.

Menurut mereka, harga semakin tinggi ini sangat membebani dan juga berdampak bagi perekonomian masyarakat.

“Kami berharap pemerintah kabupaten Nagekeo jangan berdiam diri. Segera mencari solusi agar minyak tanah tidak langkah dan harga pun normal kembali,” kata mereka. (Arton/VoN).

Nagekeo Ngada
Previous ArticleDana Jaminan Kesehatan Mengendap di Rekening Puskesmas, PDIP Matim Kesal
Next Article Kerikil di Tengah Jalan Golo Karot- Lehong Ancam Pengendara Motor

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.