Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Fraksi Golkar DPRD Mabar Dinilai Rakus
HEADLINE

Fraksi Golkar DPRD Mabar Dinilai Rakus

By Redaksi1 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua fraksi golkar DPRD Mabar,Paulina Jenia
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,VoxNtt.com– Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Mabar, Belasius Pandur menilai Fraksi Golkar terlalu rakus dalam menempatkan anggota di alat kelengkapan dewan. Itu terutama di Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mabar.

“Mereka rakus sekali. Misalkan Ibu Paulina bisa di banggar bisa di Baleg. Rakus apa seperti itu, tidak seperti begitu,” kata Belasius Pandur kepada wartawan usai rapat paripurna tentang alat kelengkapan anggota DPRD Mabar, Rabu (1/3/2017).

Menurut Pandur, seharusnya tidak boleh menempatkan orang yang sama di Baleg dan Banggar dari Fraksi yang sama. Sehingga, Fraksi PDI Perjuangan menolak keputusan Fraksi Golkar yang menempatkan tiga orang di Baleg dan Banggar.

“Seharusnya pilih satu saja, jika pilih baleg tidak boleh memilih menjadi banggar lagi,” kata Pandur.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Mabar, Paulina Jenia membantah, jika fraksinya rakus menempatkan anggota di Banggar dan Baleg. Menurutnya, sesuai Tata tertib (Tatib) anggota fraksi yang beranggotakan 3-5 orang bisa menempatkan 2 orang di Banggar dan fraksi yang beranggotakan 7 orang menempatkan 3 orang di Banggar.

“Fraksi Golkar ada 6 anggota DPRD, mendekati 7 anggota sehingga kita mengusulkan 3 anggota DPRD di Banggar,” jelas Paulina.

Pantauan VoxNtt.com,  rapat alat kelangkapan DPRD Mabar ini sempat memanas lantaran sejumlah fraksi menolak kebijakan Fraksi Golkar yang menempatkan 3 anggotanya untuk di posisi Banggar dan Baleg. Akibat tidak ada kesepakatan rapat di skors. (Gerasimos Satria/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleDiduga Diserang Cacing, Sejumlah Sapi dan Babi di Manggarai Mati
Next Article BKH: Kita Harus Umumkan Perang Semesta Lawan Human Trafficking

Related Posts

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah di Labuan Bajo, Kepala BPN Mabar Mangkir dari Panggilan Polisi

9 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.