Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gadis Asal TTS Hilang, Diduga Jadi Korban Human Trafficking
HEADLINE

Gadis Asal TTS Hilang, Diduga Jadi Korban Human Trafficking

By Redaksi7 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruce Benu ibunda Rini Farida Lasboy (16)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, VoxNtt.com- Rini Farida Lasboy (16), siswa SMA Negeri Niki-Niki, Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dilaporkan menghilang sejak Jumat, 3 Maret 2017 lalu. Hingga saat ini belum diketahui keberadaan siswi kelas 2 SMA Negeri Niki-Niki tersebut.

Hilangnya seorang gadis asal Sabkiki, RT/12, RW/05 Nule, Kecamatan Amanuban Barat itu diduga menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking).

Ibunda Rini, Nya. Ruce Benu yang diitemui di Mapolres  TTS mengaku, pada Jumat akhir pekan lalu sekitar pukul 15.00 Wita Rini pamit untuk mengikuti kegiatan PPA IO 672 Ora Etla Bora di Oenali.

“Saya mengiyakan (izinan Rini) karena memang dia salah satu peserta PPA,” kata Ruce dengan air mata berlinang sebelum memberikan laporan ke polisi, Selasa (7/3/2017).

Ruce mengatakan, lantaran anak gadisnya itu belum pulang, sekitar
pukul 18.00 Wita dia kemudian mencoba menghubungi ke nomor handphone (HP) Rini.

Tak lama berselang panggilan Ruce dibalas dengan menggunakan pesan singkat (SMS) oleh Rini. Dalam pesannya Rini memberitahukan ibundanya, ia melanjutkan ke Niki-Niki untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR) bersama temannya.

“Beta (saya) tunggu karena jam 6 sore belum pulang juga, beta (saya) misscall ke HP-nya, tidak lama dia SMS saya bilang Ma b ke Niki-niki untuk kerja tugas, besok baru beta pulang, jangan marah ee ma (Mama saya ke Niki-Niki untuk kerja tugas, jangan marah mama),” tutur Ruce.

Setelah mendapat sms dari putrinya tersebut Ruce bersama suaminya sempat merasa legah.

Namun pikiran mereka kembali kacau setelah Sabtu akhir pekan lalu, Rini tak kunjung pulang ke rumah.

Lantaran tak pulang, lanjut Ruce, upaya pencarian pun mulai dilakukan. Mereka mendatangi kerabat Rini. Kemudian mendatangi mentor PPA IO 672 Ola Etla Bora Oenali, tempat dimana terakhir kali Rini pamit ke ibundanya.

Dugaan jadi korban human trafficking semakin menguat, sebab sebelumnya Rini sempat meminta kartu NIK dan Ijazah ibunya untuk dibawa ke sekolah.
“Dia pernah minta kartu NIK dan ijasah, katanya mau bawa ke sekolah,” tambah Ruce.

Hingga kini, keluarga sudah berusaha untuk menghubungi Rini via nomor telepon selulernya. Itu dihubungi baik menggunakann SMS maupun ditelepon, namun tidak ada jawaban. Keluarga pun tidak mengetahui posisi Rini saat ini.

Sementara salah satu mentor PPA IO 672 Ora Etla Bora, Ima Kleing yang turut mendampingi Ruce Benu ketika membuat laporan polisi di Mapolres TTS mengaku, pada Jumat akhir pekan lalu itu memang sempat menghubungi Rini.

Selanjutnya, kata Ima, pihaknya juga menelepon Rini pada Minggu (5/3/2017).  Melalui SMS, Rini mengaku sudah berada di Jakarta dan sudah mulai bekerja.

“Kami dari PPA juga sudah mencoba menghubungi Rini melalui SMS. Rini menjawab bahwa dia sudah berada di Jakarta dan sudah mulai bekerja. Dia di jemput oleh seseorang yang bernama Marlin Taneo di bandara Soekarno Hatta,” jelas Mentor Ima.

Dia mengaku, melalui pesan singkat pula Rini berpesan untuk orangtuanya agar tidak mencari.  Sebab dia sudah bekerja dan berjanji jika sudah mendapat uang akan mengirim ke orangtuanya.

Ima dan ibundanya berharap agar aparat kepolisian bisa membantu mencari keberadaan Rini untuk kemudian dibawa pulang ke rumah. (Paul Paparesi/VoN)

 

Previous ArticleLayan Masyarakat Nagekeo, Partai Perindo Datangkan Ambulans
Next Article Warga Eks Timtim Krisis Air, Pemkab TTU Disorot

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.