Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Warga Eks Timtim Krisis Air, Pemkab TTU Disorot
HEADLINE

Warga Eks Timtim Krisis Air, Pemkab TTU Disorot

By Redaksi7 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Utje Gustaf Patty saat tatap muka dengan masyarakat Naen
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,VoxNtt.com– Krisis air bersih dan ketiadaan lahan hingga kini masih menjadi persoalan utama masyarakat eks Timor-Timur (Timtim) di Naen, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Thomas Neno, Ketua RT 28 Naen mengaku, sebanyak 126 Kepala Keluarga Eks Timtim di daerah itu hidupnya terkatung lantaran ketiadaan air bersih.

Sebab, pasca hijrah dari Negara Timor Leste tahun 1999 silam kebutuhan air bersih masih mengharapkan kali Naen. Kali Naen sendiri berjarak sekitar satu kilometer dari perumahan warga.

Bahkan, lanjut Neno, di musim penghujan warga terpaksa harus menadah air hujan untuk memasak. Saat musim hujan pula tak jarang warga meminjam air ke tetangga agar bisa memasak .

Dikatakan, November tahun 2016 lalu di lokasi RT 27-Neon memang telah ada pengeboran air oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun hingga kini lubang tanah yang sudah dibor belum bisa digunakan lantaran ketiadaan dinamo untuk mengisap air.

“Untuk adakan dinamo, bapak Lurah suruh kami masyarakat 4 RT ini ko kumpul uang untuk beli sendiri. Pak untuk makan saja saya punya warga ada susah lalu kami mau paksa dong ambil uang dimana?,” tandas Neno.

Baca: Warga Eks Timtim di Kefamenanu Krisis Air Bersih

Selain krisis air bersih, warga Eks Timtim di Naen juga mengeluh ketiadaan tanah yang kemudian bisa digunakan sebagai lahan pertanian mereka. Selama ini mereka menopang hidup dari pertanian hasil pinjaman lahan milik warga lokal.

Hal ini pun diakui ketua RT  27-Naen , Laurensius Neno. Dia mengungkapkan, selain persoalan air bersih warga di RT 27,28,32 dan 34 ini juga tidak memiliki tanah untuk dijadikan lokasi pertanian.

Ketiadaan tanah ini kata dia, membuat warga terpaksa meminjam lahan dari penduduk lokal untuk digunakan bercocok tanam dengan sistem bagi hasil.

“Kami punya kondisi begini sudah pak,tolong bantu perjuangkan kami punya suara biar bisa ada orang yang perhatikan kami, “ ucap Laurens.

Menanggapi keluhan warga Eks Timtim tersebut, Sekjen Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Utje Gustaf Patty akhirnya angkat bicara menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU.

Utje menilai hal tersebut merupakan bentuk ketimpangan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah TTU.

Sorotan Utje tersebut terungkap saat tatap muka dengan masyarakat Naen di rumah ketua RT 28, Thomas Neno, Selasa (7/3/2017).

Menurut dia, air bersih merupakan kebutuhan utama manusia. Begitu pula dengan tanah yang selalu dibutuhkan para petani agar  bisa bercocok tanam demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Di hadapan sejumlah masyarakat Naen, Utje berjanji akan memperjuangkan persoalan ini. Dalam waktu dekat dirinya akan kembali untuk membantu masyarakat Naen mengatasi persoalan air bersih.

Untuk diketahui, kehadiran Utje di Naen merupakan bagian dari Road Show  BaraJP di daratan Timor. Perjalanan ini bertujuan untuk melihat dan mendengar secara langsung kondisi riil masyarakat.

Pantauan VoxNtt.com, selain berdialog Utjhe dan rombongan BaraJP lainnya juga diajak oleh masyarakat Naen melihat- lihat secara langsung kondisi kehidupan mereka secara keseluruhan. (Eman Tabean/VoN)

 

TTU
Previous ArticleGadis Asal TTS Hilang, Diduga Jadi Korban Human Trafficking
Next Article Tahun 2017, Produksi Kopi di Matim Bakal Merosot

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.