Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Tahun 2017, Produksi Kopi di Matim Bakal Merosot
Ekbis

Tahun 2017, Produksi Kopi di Matim Bakal Merosot

By Redaksi8 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kebun kopi milik salah seorang petani di Lento-Poco Ranaka yang tidak berbuah
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com- Produksi kopi di beberapa tempat di Manggarai Timur (Matim) tahun 2017 ini diprediksi bakal merosot.

Hal tersebut disebabkan hujan lebat disertai angin kencang yang melanda beberapa bulan terakhir. Angin menyebabkan tanaman kopi petani jatuh berguguran.

Berdasarkan pantauan VoxNtt.com, daerah yang produksi kopinya terancam menurun yakni kecamatan Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur.

Rober Nudin, warga Lamba, Kecamatan Poco Ranaka kepada media ini, Rabu (8/3/2017) mengatakan, hujan sepanjang tahun 2016 hingga awal 2017 hampir turun tiap minggunya. Intensitas hujan yang tinggi tentu saja membuat kopi jatuh dan rusak.

Kata dia untuk daerah Poco Ranaka khusus di desa Golo Nderu, Lento, dan Pocolia kebanyakan petani menanam kopi arabika, sementara kopi robusta sedikit.

Menurut Rober, tanaman kopi arabika tidak akan berbuah banyak jika hujan turun secara terus menerus. Kalaupun ada buah tidak sebanyak pada saat musim kemarau panjang.

Sebaliknya kopi robusta kalau hujan teratur buah pasti lebat. Namun tetap gugur jika hujan berlebihan.

Rober mengaku, saat ini kedua jenis kopi yang ditanam petani tersebut buahnya sangat sedikit. Hujan sepanjang tahun 2016 hingga 2017, ditambah angin kencang yang turun Februari lalu, membuat biji kopi banyak jatuh dan berguguran.

Terpisah, warga Lento, Anton Rango kepada media ini mengatakan, setiap tahun hampir seluruh warga di Kecamatan Poco Ranaka bergantung pada komoditas kopi.

Menurut Anton, produksi kopi rakyat yang terbesar dari Poco Ranaka dan Poco Ranaka Timur. Biasanya produksi kopi tahun sebelumnya cukup baik dan memuaskan.

Pada tahun 2015 misalnya, hujan baru turun sekitar bulan November. Kondisi ini tentu sangat baik untuk pembuahan kopi.

Namun tahun 2016-2017 hampir tiap hari hujan, menyebabkan bunga dan buah kopi jatuh. Diperkirakan produksi kopi tahun ini merosot jauh.

Melihat kondisi ini, petani kopi mulai meninggalkan kampung halaman menjadi mencari kerja di beberapa daerah di daratan Flores, Kalimantan dan Malaysia.

“Kopi kan satu-satunya sumber uang untuk menghidupkan keluarga dan menyekolahkan anak. Yah, karena kopi kurang berbuah, terpaksa mengadu nasib ke luar daerah,” tutur Anton. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleWarga Eks Timtim Krisis Air, Pemkab TTU Disorot
Next Article Soal Tambang Pasir Wae Reno, Ferdy Hasiman: Hentikan atau Dihajar Malapetaka

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.