Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemerintah Tutup Mata, Warga Bersihkan Jalan Kabupaten di Nagekeo
Regional NTT

Pemerintah Tutup Mata, Warga Bersihkan Jalan Kabupaten di Nagekeo

By Redaksi10 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga sedang membersihkan jalan trans Aemali-Danga di Aemali
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, Vox NTT-Kondisi jalan trans Aemali-Danga di Aemali, Desa Rambo, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo memprihatinkan. Pohon dan rumput menjalar ke badan jalan sehingga mengganggu pandangan pengguna jalan.

Ruas jalan yang ramai dilalui kendaraan tersebut pun rawan kecelakaan. Pasalnya, pengendara kendaraan kesulitan untuk mengetahui adanya kendaraan dari lawan arah. Kerap kali terjadi kecelakaan ketika tiba-tiba kendaraan berpapasan di tengah jalan. Namun kondisi tersebut tidak dipedulikan pemerintah setempat.

“Pada hal banyak mobil plat merah setiap kali ke Mbay selalu lewat di sini pak, tapi respon terhadap kondisi jalan ini tidak ada,” ujar Nikolaus Witu, salah seorang warga Desa Rambo.

Prihatin dengan kondisi tersebut, puluhan warga Desa Rambo, Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo turun ke jalan Jumat, (10/3/2017). Mereka bahu membahu membersihkan pohon maupun rumput yang menjalar ke badan jalan.

Warga terlihat antusias membersihkan  jalan. Dengan alat kerja seadanya, mereka menebang pohon dan membersihkan rerumputan pengganggu pandangan jalan sepanjang tiga kilometer itu. Selain itu, warga juga membal jalanan berlubang dengan menggunakan tanah.

“Kerja bakti hari Ini, merupakan bentuk rasa kepedulian terhadap pengguna jalan di mana jalan tersebut menganggu pada masyarakat terutama bagi pengguna jalan dan sering terjadi kecelakaan,” ujar Nikolaus.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Nagekeo, Syarif Bhanging belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui nomor handphone-nya tidak aktif.  (Arkadius Togo/VoN)‎

Nagekeo Ngada
Previous ArticleUsai Diperiksa Selama 8 Jam, Kadis PU Mabar Ditahan
Next Article Sudah Dua Tahun, Batu Besar di Jalan Golo Lobos Belum Dipindahkan

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.