Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Matim Dinilai Lamban Tangani Bencana Tanah Longsor
Regional NTT

Pemkab Matim Dinilai Lamban Tangani Bencana Tanah Longsor

By Redaksi13 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor di Wae Mpamang jalan Watu Ci'e-Deno belum dibersihkan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Herman Mance, salah seorang warga Deno, Desa Deno, Kecamatan Poco Ranaka menilai Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) lamban menangani bencana longsor.

Kepada VoxNtt.com di kampung itu, Senin (13/3/2017), Herman menegaskan Pemkab Matim terkesan membiarkan bencana longsor di badan jalan Watu Ci’e- Deno, Poco Ranaka.

Pasalnya, sudah hampir dua bulan longsor di Wae Mpamang pada ruas jalan tersebut belum juga dibersihkan.

Padahal Herman menilai jalur ini merupakan jalan vital. Setiap hari masyarakat mengaksesnya dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai menuju Benteng Jawa, ibu kota Kecamatan Lamba Leda.

Setiap hari juga ruas tersebut dilalui anak sekolah dan pegawai puskesmas Bea Muring.

Jika terus tidak dibersihkan, warga mencemaskan bakal terjadi longsor susulan di Wae Mpamang, mengingat sekarang musim hujan kembali turun.

Herman mengatakan, akibat longsor di Wae Mpamang tak hanya menyulitkan pengguna jalan tetapi tempat ini rawan kecelakaan. Sebab di titik longsor banyak lumpur dan berlicin.

Saat melintas, para pengendara terpaksa jalan bergantian ketika kendaraan mereka berpapasan di titik longsor. Itu untuk kendaraan roda dua. Sedangkan kendaraan roda empat belum bisa melewati jalur ini.

Pantauan VoxNtt.com, Senin siang, tampak tumpukan longsor di Wae Mpamang belum dibersihkan. Tumpukan tanah masih menutupi hampir setengah badan jalan. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleJalan Lapen Wae Reca-Tanah Bakok Mubazir
Next Article Dinilai Lamban Tangani Bencana Tanah Longsor, Ini Tanggapan Pemkab Matim

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

Luncurkan 100 Tahun SDK Lungar, Siswa SD dan SMP Tampilkan Tarian Sae Tiba Meka

13 Agustus 2026

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.