Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ketika Warga Compang Ndejing Minum Air Kali
Regional NTT

Ketika Warga Compang Ndejing Minum Air Kali

By Redaksi16 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga Compang Ndejing saat mengambil air di kali Wae Musur
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Persoalan air minum bersih selalu menjadi beban yang harus ditanggung masyarakat desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Pasalnya, hingga kini masyarakat di desa tersebut terpaksa harus mengkonsumsi air kali sehari-hari. Hal itu disebabkan karena tidak ada air bersih di wilayah mereka.

Warga kampung Sok-Compang Ndejing, Maksimus dan Martin Loni, kepada media ini di desa itu, Kamis (17/3/2017) membenarkan sampai sekarang mereka masih mengkonsumsi air kali.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Matim belum menyediakan fasilitas penunjang air bersih untuk warga Desa Compang Ndejing.

“Masyarakat di sini secara rutin masih mengkonsumsi air dari kali. Karena sampai sekarang Pemkab Matim belum bangun jaringan air bersih,” ungkap mereka.

Mereka mengaku, ada dua kali sebagai sumber air bagi tiga anak kampung di desa itu.

Sumber air untuk warga Kampung Sok bagian timur yakni di kali Wae Laku. Sementara untuk Sok bagian barat, kampung Purang Mese, dan kampung Ligot setiap hari mengkonsumsi air di kali Wae Musur.

Jarak tempuh menuju dua kali tersebut pun cukup jauh.

“Kami harus jalan kaki dengan jarak masing-masing sekira 2 kilometer. Itu juga harus turun gunung. Benar-benar sedih kita warga yang di desa ini. Belum tahu sampai kapan derita ini berakhir,” ujar Maksimus.

Terpisah, warga Purang Mese-Compang Ndejing, Hendrikus dan Yulita Madi kepada media ini mengatakan, warga secara terpaksa mengkonsumsi air kali. Itu lebih baik dari pada tidak sama sekali mendapatkan air.

Walaupun mereka tau mengkonsumsi air kali memang tidak memenuhi standar kesehatan. Namun demi kebutuhan air setiap hari warga terpaksa menggunakannya.

Saat hujan turun warga mengkonsumsi air hujan, sebab air di kali terjadi banjir dan kotor. Warga yang lain pun terpaksa membeli air yang dijual menggunakan mobil tangki.

Hendrikus dan Yunita berharap Pemkab Matim bisa memperhatikan nasib warga di Desa Compang Ndejing dengan membangun jaringan air bersih.

“Harapannya, kami bisa memperoleh air yang kualitasnya layak untuk dikonsumsi. Selama ini setiap hari kami harus pikul air dari tempat yang jauh. Benar-benar sengsara. Padahal setiap kali kami pergi timba air di kali, selalu dilihat para pejabat pemerintah, termasuk DPRD. Terkesan tidak peduli terhadap kondisi kami di sini,” ujar mereka. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleBimtek DPRD Mabar di Bali Dikecam Warga
Next Article Tahun 2018, PLN NTT Target Seluruh Desa di Manggarai Raya Teraliri Listrik

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.