Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemda Sikka Jangan Tutup Mata Atas Kekurangan Air di Desa Ian Tena
NTT NEWS

Pemda Sikka Jangan Tutup Mata Atas Kekurangan Air di Desa Ian Tena

By Redaksi21 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu warga Kampung Piring, Desa Ian Tena sedang menimba air hujan dari dalam bak penampungan.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Warga Dusun Dobo, Desa Ian Tena, Sikka hingga kini masih kesulitan mengakses air bersih.

Selama ini warga menyandarkan pemenuhan air bersih dari air hujan. Di musim kemarau setiap keluarga terpaksa harus membeli air dari mobil tangki dengan harga yang terhitung mahal.

Tokoh masyarakat Kampung Piring, Dusun Dobo, Ian Tena, Yohanis Laki.

Oleh karena itu warga meminta Pemda Sikka tidak tutup mata atas pemenuhan hak dasar mereka.

“Air ini hak dasar kami sebagai warga negara. Karena itu kami minta Pemda Sikka agar tidak tutup mata dan telinga,” ujar tokoh masyarakat setempat, Yohanis Laki kepada VoxNtt.Com pada Senin (20/3/2017).

Menurut Yohanis,  masalah selama ini bila musim panas tiba yang berkisar antara April sampai dengan Oktober. Masyarakat harus membeli air dengan harga yang sangat mahal.

“Per tangki kalau sampai di Piring atau Dobo itu berkisar antara Rp 160.000 sampai Rp Rp 250.000,” ungkapnya.

Rata-rata pemakaian satu tengki air per keluarga adalah 2-3 minggu.

“Itu dipakai untuk kebutuhan minum, mandi cuci, kakus dan juga minum ternak,” terang warga Piring lainnya, Maria Nona Marlin (32).

Menurut Marlin, sebelum warga mengenal bak penampung, mereka biasanya menggambil air di dua mata air yakni Wair Ra’u dan Wair Menik yang terletak di lereng bukit. Sayangnya, debit kedua mata air tersebut sangat minim dan kering di musim panas.

Selain mengambil air dari kedua mata air tersebut, di masa lampau mereka menggunakan air pisang.

“Dulu kami pakai air pisang. Kalau cuci pakaian baru kami pergi cuci di Geliting,” terangnya.

Lebih tragis lagi cerita dari Kampung Dobo. Karena terletak di ketinggian dan sulit dicapai kendaraan, warga membangun bak penampung di luar kampung. Letaknya kurang lebih 500 m dari kampung Dobo.

“Kami bangun bak di dekat situs Perahu Dobo,” terang mantan Kepala Dusun Dobo, Kanisius Ani (48).

Selanjutnya warga bersama-sama membeli air tangki. Selanjutnya setiap hari masing-masing keluarga harus mengambil air dari bak penampung tersebut.

Menurut Kanisius warga telah beberapa kali mengusulkan ke pihak Pemerintah Desa Ian Tena.

“Kami sudah sering kali masukkan di musrenbang tetapi tidak pernah ada jalan keluarnya,” ungkapnya.

Karenanya, sejalan dengan Yohanis Laki, Kanisius berharap ke depannya ada respon dari masyarakat terkait keluhan warga terkait sulitnya mengakses air bersih.

Pantauan media ini, Desa Ian Tena terdiri atas 3 dusun, yakni Dusun Dobo, Dusun Baobatun dan Dusun Habihogor.

Warga Dusun Dobo dan Dusun Baobaton sulit mengakses air bersih. Sementara itu, warga Dusun Habihogor telah terlayani kebutuhan air bersihnya dari sumur bor yang dibuat oleh P2AT. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleWarga Poco Ranaka Rindu Listrik
Next Article Soal Pindah Paket Lehong-Wae Reca, Demokrat Matim Tanggapi Komentar Kabid Bina Marga

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.