Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Diduga Depresi, Warga Nangapanda Tewas Gantung Diri
Regional NTT

Diduga Depresi, Warga Nangapanda Tewas Gantung Diri

By Redaksi22 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: detik.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Warga Watuapi Desa Tendambepa, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Beatrix Hila (20) nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Ia ditemukan tewas tergantung pada pohon mahoni dengan seutas tali di Oja Desa Tenda Mbepa, pada Selasa (21/3/2017).

“Kondisi korban sebelum gantung diri dalam keadaan depresi sejak bulan oktober 2016. Dan sempat di pasung oleh keluarganya. Hingga saat gantung diri belum sembuh,” kata Kasat Reskrim Polres Ende, Iptu Jemy Noke, Rabu (22/3/2017) pagi.

Kasat Jemy menceritakan, awalnya korban keluar dari rumah pada 21 Maret 2017 sekitar jam 03.00 Wita dini hari. Korban berencana pergi ke kamar WC.

Karena sudah menunggu lama,  ibu korban kemudian memanggil korban hingga beberapa kali. Korban tidak menyahut dan akhirnya menunda hingga pagi mencari korban.

Sekitar jam 06.30 Wita ayah korban mulai mencari korban di sekitar rumah namun, tidak ditemukan. Pukul 07.00 Wita ayah korban kemudian mencari ke arah kebunnya.

“Beberapa saat kemudian korban ditemukan oleh bapaknya sudah dalam keadaan tergantung di atas pohon mahoni di atas kebun miliknya Pius Bai warga Oja Desa Tendambepa,” jelas Iptu Jemy.

Ayah korban kemudian memberitahukan kejadian itu kepada Kepala Desa Tendambepa Lorensius Petu. Kemudian Kepala Desa menginformasikan kepada pihak Polsek Nangapanda.

Atas peristiwa tersebut, pihak Kepolisian kemudian melakukan tindakan, mulai dari membuat laporan, olah tempat kejadian perkara, mengevakuasi korban ke Puskesmas Nangapanda dan mengambil sidik jari korban.

“Keluarga tidak menuntut tetapi Polri tetap melakukan penyelidikan,” katanya. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleSuami Tak Lulus THL, Istri Ikut Protes ke DPRD Matim
Next Article KPUD Ngada Launching Rumah Pintar‎ Pemilu

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.