Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Suami Tak Lulus THL, Istri Ikut Protes ke DPRD Matim
KESEHATAN

Suami Tak Lulus THL, Istri Ikut Protes ke DPRD Matim

By Redaksi21 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kristina Setia bersama Frederik Hardi saat di kantor DPRD Matim, Senin (20/3)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Ada ceritera menarik di balik aksi protes puluhan perawat yang tidak lulus dalam tes Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kesehatan (Dinkes) di kantor DPRD Manggarai Timur (Matim), Senin, 20 Maret 2017.

Selain aksi mengejar dan menghujat Sekretaris Dinkes Matim dr. Surip Tintin oleh sejumlah perawat, tak kala menarik dalam kesempatan tersebut dua istri perawat ikut mendukung sang suami mengadu ke kantor DPRD setempat.

Kendati dua orang wanita ini bukan peserta tes, namun mereka mengaku sengaja datang mendukung sang suami menentang kebijakan Dinkes Matim dalam pengangkatan THL tahun 2017.

Baca: Tak Lulus Ujian, Puluhan Calon THL Dinkes Protes ke DPRD Matim

Keduanya yakni, Kristina Setia istri Frederik Hardi, perawat puskesmas Bangka Kantar dan istri Candra Hawan, perawat di puskesmas Borong.

Kepada wartawan Kristina mengaku berhak untuk bersuara mengingat keputusan ini sudah berimbas kepada rumah tangganya.

Baca: Sebanyak 35 THL Tidak Diakomodir Oleh Dinkes Matim

“Ini bukan urusan dinas saja, tapi sudah berimbas ke rumah tangga kami. Bagaimana pun kami sangat butuh pekerjaan ini. Kalau keadaannya begini kan kita yang susah. Makanya saya juga datang,” katanya.

Kristina mengaku heran dengan seleksi kali ini. Pasalnya, Dinkes lebih memilih perawat  baru yang kinerjanya belum teruji. Sementara, pada saat yang sama, Dinkes juga memberhentikan THL lama yang kinerjanya sudah teruji.

Baca: Video: Puluhan Perawat Kejar Plt. Kepala Dinkes di Kantor DPRD Matim

“Masa yang baru jadi tenaga sukarela 4-5 bulan diangkat. Sementara, suami saya dan teman-temannya yang sudah lama tidak lulus. Bagaimana tidak sakit hati?,” tukasnya.

Karena itu, Kristina meminta DPRD Matim segera ambil sikap agar kejanggalan ini dapat terbongkar.

“Saya mau dewan ini jangan lama-lama lagi ambil sikap supaya nasib kami jelas. Juga nanti supaya bisa bongkar kejanggalan THL ini,” pungkasnya. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleDPRD Akan Bentuk Pansus Bahas LKPJ Bupati Ende
Next Article Diduga Depresi, Warga Nangapanda Tewas Gantung Diri

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.