Ruteng, VoxNTT.com – Dosen Fakultas Hukum Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta, Edi Hardum, meminta para kepala daerah di Flores, terutama wilayah yang terdampak gempa, mempercayakan penyaluran bantuan bencana kepada camat, kepala desa, serta jajaran mereka.
Menurut Edi, pelibatan aparatur di tingkat kecamatan dan desa penting agar bantuan dari pemerintah pusat maupun pihak lain dapat dibagikan secara merata kepada masyarakat terdampak.
“Para bupati dan istri mereka jangan monopoli masuk kampung-kampung bagi bantuan,” kata Edi dalam keterangan yang diterima VoxNtt.com, Kamis, 3 September 2026.
Edi juga meminta kepala daerah tidak menjadikan penyaluran bantuan bencana sebagai sarana mencari popularitas.
Ia menilai distribusi bantuan semestinya dilakukan dengan mengutamakan kebutuhan masyarakat terdampak.
Edi meminta bupati dan istrinya menghindari upaya mencari popularitas melalui penyaluran bantuan bencana.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak dimonopoli dengan alasan untuk menebus kesalahan atau dosa.
“Bupati dan istri boleh juga bagi bantuan tapi jangan monopoli,” tegasnya.
Selain camat dan kepala desa, Edi meminta kepala daerah melibatkan anggota DPRD dalam penyaluran bantuan.
Menurut dia, anggota DPRD juga memiliki akses untuk menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Edi juga mengingatkan agar penyaluran bantuan tidak dibatasi oleh kepentingan politik, termasuk perbedaan partai politik.
“Dalam bagi bantuan stop pembatasan atau sekat- sekat karena politik terutama karena parpol berbeda. Para bupati harus sebagai koordinator yang bijaksana.” [VoN]

