Ruteng, VoxNTT.com – Korps Brimob Mabes Polri menyediakan kebutuhan air bersih bagi para pengungsi gempa di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui satu unit kendaraan watergen milik Brimob Kompi 2 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo.
Kendaraan watergen tersebut telah beroperasi selama kurang lebih dua pekan di Posko Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok. Perangkat ini menghasilkan air dari udara yang dapat dikonsumsi oleh para pengungsi.
Kanit Watergen Kompi 2 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo, Bripka Komang Rinto Yudha, mengatakan kendaraan watergen berfungsi menghasilkan air dari udara yang siap dikonsumsi masyarakat.
Kehadiran kendaraan tersebut di Posko Barangkolong ditujukan untuk membackup kebutuhan air bersih bagi para pengungsi yang terdampak gempa.
Menurut Rinto, perangkat watergen mampu menghasilkan sekitar 950 liter air dalam waktu 24 jam. Namun, jumlah produksi air bergantung pada tingkat kelembapan udara dan suhu di wilayah Kecamatan Reok.
Jika tingkat kelembapan udara sesuai, proses produksi air berlangsung lebih cepat.
Meski demikian, Rinto mengatakan jumlah air yang dihasilkan cukup untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi di posko.
Pendistribusian air kepada pengungsi dilakukan dua kali sehari, yakni saat makan siang dan makan malam. Dari sekitar 200 liter air yang disiapkan untuk setiap waktu makan, air yang digunakan berkisar 150 hingga 160 liter.
“Jadi tiap hari perangkat ini beroperasi dan menghasilkan 950 liter per satu kali 24 jam. Kebutuhan para pengungsi kami siapkan 200 liter dan kadang yang terpakai berkisar 150 sampai 160 liter,” jelas Bripka Rinto.
Salah satu pengungsi di Posko Barangkolong, Adventus Firmus, mengatakan air yang dihasilkan kendaraan watergen memiliki kualitas baik dan layak dikonsumsi.
“Airnya memang sangat layak dikonsumsi. Kami sudah merasakannya sejak kendaraan watergen ini beroperasi di Barangkolong. Pelayanan untuk kami dilakukan setiap hari, hampir semua posko kebagian air secara merata,” ungkap Adventus, Kamis 3 September 2026.
Adventus mengatakan kehadiran kendaraan watergen sangat membantu pengungsi dalam memperoleh pasokan air bersih setiap hari.
Kebutuhan air bersih di Kecamatan Reok mengalami kendala setelah gempa yang melanda Flores pada 15 Agustus 2026. Sejumlah jaringan pipa PDAM putus akibat gempa sehingga akses masyarakat terhadap air bersih terganggu.
“Kami merasa terbantu semenjak alat ini beroperasi di Barangkolong karena sejak bencana gempa melanda Flores kami di Kecamatan Reok memang mengalami kesulitan air bersih, apalagi yang berada di posko pengungsian,” tutur Adventus.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Polri, khususnya Satuan Brimob, yang telah membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama berada di posko.
Rinto berharap keberadaan kendaraan watergen dapat terus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga di posko pengungsian dan menyediakan air yang layak dikonsumsi.
Penulis: Berto Davids

