Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bertemu Mendagri, Lebu Raya: Pantai Pede Aset Pemprov NTT
NTT NEWS

Bertemu Mendagri, Lebu Raya: Pantai Pede Aset Pemprov NTT

By Redaksi24 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Frans Lebu Raya (Foto: pintuair.co)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengaku sudah bertemu Menteri Dalam Negri (Mendagri), Tadjo Kumolo di Jakarta.

Ia bertemu Kumolo untuk membahas surat dari Kemendagri Nomor 170/3460/SJ tertanggal 13 September 2016 perihal Privatisasi Pantai Pede yang ditujukan kepadanya.

Dalam surat tersebut, Mendagri yang meminta Lebu Raya untuk menyerahkan aset Pantai Pede kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar).

“Kita sudah menjelaskan kepada Mendagri di Jakarta bahwa Pantai Pede adalah aset Provinsi NTT dan saat ini lagi  mengoptimalkan aset itu,” jelas Lebu Raya kepada wartawan usai rapat koordinasi pelaksanaan Tour De Flores (TDF) bersama Bupati Se-Flores di Labuan Bajo, Jumat (24/3/2017).

Seperti diketahui, saat ini PT SIM selaku pengelola Pantai Pede mulai menggali fundasi di tempat itu untuk pembangunan hotel dan bangunan lainnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Mabar mendatangi Pantai Pede untuk meminta PT SIM agar tidak boleh membangun hotel sampai Gubernur NTT menjalankan surat dari Mendagri.

Pasca surat Mendagri itu dikirim ke Gubernur NTT, sejumlah elemen masyarakat di Labuan Bajo melakukan aksi demostrasi.

Mereka mendesak Bupati dan DPRD Mabar segera berkordinasi dengan Lebu Raya untuk menjalankan surat dari Mendagri itu.

Hingga kini, baik DPRD dan Pemkab Mabar belum mengeluarkan keterangan resmi tentang perkembangan tuntutan elemen masyarakat yang peduli dengan Pantai Pede.

Sementara, Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun kepada VoxNtt.com, Februari 2017 lalu mengatakan pihaknya tetap menolak privatisasi Pantai Pede. (Gerasimos Satria/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleBocah Perempuan Asal Tuke Langke Rembong Tewas Terseret Arus Air Got
Next Article Tour de Flores Bukan Aspirasi Rakyat NTT

Related Posts

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.