Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tour de Flores Bukan Aspirasi Rakyat NTT
HEADLINE

Tour de Flores Bukan Aspirasi Rakyat NTT

By Redaksi24 Maret 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peneliti SunSpirit for Justice and Peace, Kris Beda Somerpes
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Walaupun sering diklaim sebagai ajang kebangkitan pariwisata di Flores, kegiatan Tour de Flores (TdF) tahap dua yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2017 mendatang memicu tanda tanya dari berbagai kalangan.

BACA: Kegiatan Tour de Flores, Masyarakat Mau Dapat Apa?

Keraguan itu salah satunya disampaikan Peneliti SunSpirit for Justice and Peace, Kris Beda Somerpes yang berdomisili di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Menurut Kris, penyelenggaraan ajang balap sepeda internasional ini bukan merupakan aspirasi rakyat NTT.

“Saya melihat tour de flores masih merupakan pemaksaan kehendak orang pusat dan mitra-nya” ungkapnya.

Karena itu, agar TdF dapat menciptakan multi efek bagi masyarakat luas perlu adanya evaluasi agar mendatangkan manfaat bagi masyarakat di lingkar pariwisata.

“Saya pikir yang pertama adalah perlu ada evaluasi publik terkait TDF tahap pertama, secara khusus terkait dengan dampaknya terhadap pengembangan destinasi wisata darat dan budaya lainnya, juga yang lebih penting adalah dampak ekonomi (psriwisata) terhadap masyarakat Flores. Apalagi ini terkait dengan dana APBD” ungkap Kris saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Jumat (24/03/2017).

Kedua, lanjut Kris, jika tujuannya adalah untuk promosi pariwisata NTT, maka event yang sama perlu diperluas jangkauannya di daratan Timor, Sumba, Rote dan atau Alor.

Tujuannya untuk mengeksplore destinasi-destinasi wisata terbaik di seluruh NTT sekaligus mempromosikan destinasi wisata baru di wilayah-wilayah tersebut.

“Bukan hanya Flores yang terkenal di mata dunia, tetapi juga NTT secara keseluruhan, agar dengan demikian akses dan manfaat pembangunan pariwisata secara khusus ekonomi dan infrastrukturnya dapat dinikmati oleh masyarakat NTT” ungkapnya.

Selain itu Kris mengungkapkan TdF hanyalah salah satu alat agar pembangunan pariwisata NTT dapat membawa dampak signifikan bagi masyarakat.

“Masih ada alat-alat bantu lain untuk promosi pariwisata, apalagi yang dikembangkan oleh komunitas-komunitas lokal di NTT, yang lebih menjawab kebutuhan, khas, unik dan bahkan menggerakan” katanya.

TdF Pembohongan Publik?

Sebelumnya promosi wisata lewat ajang balap sepeda ini juga dikritik Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai Kebangkitan Bangsa, Yohanes Rumat.

Baca: DPRD NTT Sebut Kegiatan Tour de Flores Korbankan Rakyat

Kepada wartawan di Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (23/3/2017), Rumat menyatakan, kegiatan TdF telah mengorbankan rakyat dan diduga telah ditipu orang-orang besar.

“Saya khawatir ada upaya pembohongan publik di sini, apalagi pegiat dan pelaku pariwisata di sini tidak ada yang dilibatkan, yang muncul hanya pemerintah dan konco konco seidenya,” tukas Rumat yang juga salah satu pengusaha pariwisata NTT.

Lanjut Rumat, lucunya lagi  salah satu dalil penyelenggaraan even ini yakni  jalan akan diratakan.

“Memang kalau tidak ada TdF jalan tidak bisa diperhatikan? Saya kira, ini alasan hanya dicari-cari dan tidak komprehensif,”  katanya.

Dia mengatakan pertanyaan seperti ini muncul karena Sail NTT sampai saat ini tidak terukur hasilnya.(Andre/VoN)

Kota Kupang
Previous ArticleBertemu Mendagri, Lebu Raya: Pantai Pede Aset Pemprov NTT
Next Article Lapen Wae Reca-Tana Bakok Mubazir, Ferdy Hasiman: Ini Penyalahgunaan Wewenang

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.