Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lapen Wae Reca-Tana Bakok Mubazir, Ferdy Hasiman: Ini Penyalahgunaan Wewenang
Regional NTT

Lapen Wae Reca-Tana Bakok Mubazir, Ferdy Hasiman: Ini Penyalahgunaan Wewenang

By Redaksi24 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ferdy Hasiman, peneliti Alpha Research Database, penulis buku Freeport: Bisnis Orang Kuat & Kedaulatan Negara
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Peneliti Alpha Research Database Indonesia, Ferdy Hasiman angkat bicara soal mubazirnya lapen Wae Reca-Tana Bakok, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Ia menilai mubazirnya lapen tersebut karena dibangun untuk kepentingan pribadi. Sebab itu, masyarakat enggan menggunakannya.

“Coba lihat, nggak ada rumah masyarakat di situ, paling langsung Wae Reca sampai ke rumah baru bupati. Karena itu saya menilai ini penyalahgunaan wewenang,” katanya melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/3/2017).

Akibat dari itu, kata Hasiman, Negara dan masyarakat rugi. Negara rugi karena alokasi anggaran yang ada tidak digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Baca: Jalan Lapen Wae Reca-Tanah Bakok Mubazir

“Lapen itu dibangun pake uang negara dengan jumlah yang sangat besar. Sayang kalau itu mubazir dan tidak dipakai masyarakat,” imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lapen itu dibangun tahun 2015 dengan panjang sekitar 1 kilometer.

Saat ini, kondisi lapen tersebut cukup memprihatinkan. Di beberapa titik sudah mulai rusak. Keadaan ini semakin parah dengan adanya material longsor yang terserak di badan jalan dan sampai sekarang tidak terurus.

Pemandangan ini semakin suram ketika aneka rumput di kiri-kanan jalan terus berkembang dan mulai menutupi badan jalan. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleTour de Flores Bukan Aspirasi Rakyat NTT
Next Article Anak Usia di Bawah Umur Dilarang Mengendarai Kendaraan Bermotor

Related Posts

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.