Ruteng, VoxNTT.com – Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese menampilkan tari Sae Tiba Meka dalam acara launching atau pembukaan resmi Yubileum 100 Tahun SDK Lungar di Lapangan Sepak Bola Stasi Lungar, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada 25 Juli 2026.
Penampilan tersebut merupakan hasil pendampingan mahasiswa dan dosen Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Sebanyak 110 siswa mengikuti sosialisasi dan pelatihan tari tradisional Manggarai tersebut.
Pelatihan melibatkan 14 mahasiswa anggota Sanggar Lando Uwa UNIKA Santu Paulus Ruteng dan dua dosen pendamping, yakni Romo Inosensius Sutam dan Fransiskus Jemadi. Dari jumlah peserta, 60 siswa berasal dari SDK Lungar dan 50 siswa dari SMPN 10 Satarmese.
Para peserta menjalani delapan kali latihan umum. Pelatihan kemudian dilanjutkan secara intensif selama lima kali dalam sepekan pada 17-24 Juli 2026, menjelang penampilan pada acara puncak.
Sebanyak 32 siswa menjadi penari inti, sedangkan 50 siswa tampil dalam perhelatan Yubileum 100 Tahun SDK Lungar.
Dosen pendamping, Romo Inosensius Sutam, mengatakan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan. Dalam jangka pendek, pelatihan dilakukan untuk memeriahkan launching Yubileum 100 Tahun SDK Lungar.
Selain itu, pelatihan Sae Tiba Meka ditujukan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menyambut tamu sekaligus menumbuhkan sikap hospitalitas dalam kehidupan sosial.
Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan fisik dan psikomotorik, serta membangun kepekaan sosial, kerja sama, dan keakraban antarpeserta.
Menurut Inosensius, pelatihan tari tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan kebudayaan Manggarai. Lebih jauh, kegiatan itu diharapkan dapat membantu membentuk karakter personal dan sosial para peserta.
Kerja keras peserta bersama mahasiswa dan dosen pendamping Unika Santu Paulus Ruteng mendapat apresiasi saat penampilan berlangsung.
Para penari tampil kompak, penuh semangat, dan percaya diri meski sebagian dari mereka baru pertama kali membawakan tarian Sae Tiba Meka dalam acara tersebut.
Ketua Sukma Keuskupan Ruteng, Romo Patrick Guru memuji penampilan para siswa. Ia menilai gerakan para penari luwes, penuh semangat, serta menunjukkan bakat dan kreativitas.
“Anak-anak SDK Lungar menari dengan sangat bagus. Gerakannya luwes, penuh semangat, dan menunjukkan bakat serta kreativitas yang luar biasa,” kata Patrick.
Ia juga mengapresiasi kemampuan siswa mengikuti arahan para pelatih.
Menurut dia, penampilan tersebut menunjukkan koordinasi, disiplin, dan kekompakan yang baik.
“Hebatnya anak-anak SDK Lungar. Mereka mampu mengikuti arahan pelatih dengan sangat baik, menunjukkan koordinasi, disiplin, dan kekompakan yang luar biasa,” ujar Patrick.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Romo Inosensius Sutam dan seluruh tim yang mendampingi para siswa selama proses latihan.
Penampilan Sae Tiba Meka menjadi salah satu hasil dari proses pendampingan mahasiswa dan dosen Unika Santu Paulus Ruteng dalam kegiatan PkM.
Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan pendidikan, pelestarian budaya Manggarai, dan keterlibatan siswa dalam perayaan satu abad SDK Lungar. [VoN]

