Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela
Pendidikan NTT

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

By Redaksi22 Juli 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Pungli
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Kepala SMPN Satu Atap Munde, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Robertus Jani, membantah dugaan pungutan liar (pungli) di sekolah yang dipimpinnya.

Ia menegaskan uang yang diberikan orang tua murid merupakan sumbangan sukarela yang disepakati melalui rapat bersama orangtua, komite sekolah, dan para guru.

Menurut Robertus, tidak ada unsur paksaan dalam pengumpulan dana tersebut, termasuk saat pengambilan Surat Keterangan Lulus (SKL) maupun ijazah.

“Kalau untuk uang pengambilan ijazah pun surat keterangan lulus (SKL) itu sifatnya sukarela. Semuanya tidak ada pemaksaan. Memang kita tawarkan, tetapi kembali ke orangtua murid. Kemarin kita tawarkan Rp200 ribu, orangtua mintanya Rp100 ribu,” jelas Robertus saat dikonfirmasi, Rabu, 22 Juli 2026.

Ia mengatakan sumbangan sukarela dari orang tua selama ini dimanfaatkan untuk membangun dan memperbaiki sarana serta prasarana sekolah. Beberapa fasilitas yang telah dibangun melalui dana tersebut, antara lain perataan lapangan bola voli dan pembangunan ruangan berukuran 9 x 5 meter yang kini digunakan sebagai ruang kepala sekolah.

Untuk tahun ini, kata Robertus, sumbangan orangtua direncanakan digunakan untuk mengganti sebuah organ yang rusak setelah dipinjam sekolah.

Menurut dia, kebutuhan tersebut tidak dapat dibiayai melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Untuk tahun ini, uang sumbangan sukarela dari orangtua akan dimanfaatkan untuk ganti orgelnya orang yang kami pinjam dan jatuh. Pemiliknya minta ganti lagi dengan barang. Kami pakai ini karena tidak bisa dianggarkan di dana bantuan operasional sekolah (BOS),” katanya.

Robertus menjelaskan mekanisme pengumpulan sumbangan selalu dibahas dalam pertemuan bersama orangtua murid dan guru. Ia menegaskan seluruh keputusan diambil berdasarkan kesepakatan bersama.

“Lagi-lagi tidak ada pemaksaan. Sifatnya sukarela,” katanya.

Ia memastikan sekolah tetap akan menawarkan sumbangan sukarela kepada orangtua pada masa mendatang. Namun, pelaksanaannya bergantung pada persetujuan para orangtua.

“Kalau orangtua murid sepakat, kita buat. Kalau tidak setuju, tidak bisa sekolah paksa,” katanya.

Menanggapi keluhan masyarakat yang disampaikan melalui media massa, Robertus mengaku menerima kritik tersebut sebagai masukan untuk memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orangtua.

“Saya menerima itu, karena prinsipnya kolaborasi orangtua dengan pihak sekolah,” imbuh dia.

Sebelumnya, SMPN Satap Munde diberitakan diduga melakukan pungutan liar saat pengambilan SKL dan ijazah bagi siswa yang telah lulus. Dugaan itu disampaikan oleh seorang orangtua siswa yang meminta identitasnya dirahasiakan.

“Kalau pengambilan SKL oleh anak-anak lalu di minta Rp200 ribu atau 100 ribu apakah itu termasuk pungli. Ini sudah berlangsung lama,” ungkap orangtua siswa saat dihubungi VoxNtt.com, Sabtu, 18 Juli 2026.

Baca di sini sebelumnya: Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

Kontributor: Nansi Taris

Manggarai Timur Matim SMPN Satap Munde
Previous ArticleGubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Next Article Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026

Proyek Hotmix Watu Cie-Deno Senilai Rp14 Miliar Diduga Gunakan Material Ilegal, Kontraktor dan Dinas PUPR Bungkam

28 Juli 2026
Terkini

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.