Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas
Pendidikan NTT

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

By Redaksi18 Juli 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Pungli
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong VoxNTT.com – Kepala SMPN Satap Munde, Desa Komba, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, diduga melakukan pungutan liar (pungli) saat pengambilan surat keterangan lulus (SKL) dan ijazah bagi siswa-siswi yang sudah tamat dari sekolah tersebut.

Informasi tersebut diungkap orangtua siswa yang menjadi korban pungutan liar tersebut.

“Kalau pengambilan SKL oleh anak-anak lalu di minta Rp200 ribu atau 100 ribu apakah itu termasuk pungli. Ini sudah berlangsung lama,” ungkap orangtua siswa sembari meminta nama untuk dirahasiakan saat dihubungi VoxNtt.com, pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Ia melanjutkan, pungutan tersebut berlangsung dari tahun 2020 silam hingga tahun 2026.

“Sempat terjadi perdebatan dengan orgtua siswa diminta bayar Rp200 ribu. Akhirnya sepakat untuk Rp100 ribu. Dari tahun ke tahun 200, tetapi pemanfaatan di sekolah tidak ada,” katanya.

Ia menyebut, modus pungutan itu disebut untuk cinderamata bagi siswa-siswi yang tamat dari sekolah tersebut. Namun, faktanya tidak ada.

Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Manggarai Timur segera mengurus persoalan pungutan liar di lingkungan pendidikan.

“Mesti ditindak yang seperti biar tidak merajalela dan makan banyak korban ke depan,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPN Satap Munde, Robert Yani, tidak merespons saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu pagi.

VoxNtt.com sudah mengirim pesan konfirmasi. Pesan itu tercentang dua tanda pesan masuk ke WhatsApp Kepsek.

Kontributor: Nansi Taris

Desa Komba Kabupaten Manggarai Timur Kecamatan Kota Komba Manggarai Timur Matim SMPN Satap Munde
Previous ArticleRakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028
Next Article Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

Related Posts

Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Peduli Gempa Flores NTT

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.