Jakarta, VoxNTT.com – Koordinator Ikatan Mahasiswa Muslim Manggarai Jakarta (IMUS-MJ), Rian Hidayat bersama sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat di Jakarta menggelar aksi Peduli Gempa Flores NTT pada 17–18 Agustus 2026.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Flores, Nusa Tenggara Timur, yang terdampak bencana gempa bumi.
Rian mengatakan mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut merespons persoalan kemanusiaan di tengah masyarakat.
Menurut dia, jarak antara Jakarta dan Flores tidak seharusnya menjadi penghalang bagi solidaritas sosial.
“Kami hadir bukan karena memiliki banyak hal, tetapi karena kami memiliki kepedulian. Ketika saudara-saudara kita di Flores sedang menghadapi bencana, maka mahasiswa juga harus mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan,” ujar Rian dalam keterangan yang diterima VoxNtt.com pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Aksi tersebut juga dilakukan untuk menggalang perhatian publik terhadap kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Kebutuhan itu antara lain pangan, air bersih, layanan kesehatan, tempat tinggal sementara, dan kebutuhan dasar lainnya.
Menurut Rian, penanganan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Keterlibatan organisasi mahasiswa, komunitas, dunia usaha, organisasi sosial, dan masyarakat luas diperlukan agar bantuan dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Ia mengatakan aksi Peduli Gempa Flores NTT bukan sekadar kegiatan simbolik. Aksi itu, kata dia, merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa bencana merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama.
Rian juga mendorong mahasiswa berperan sebagai penghubung antara masyarakat terdampak dan publik yang lebih luas.
Peran tersebut dapat dilakukan dengan menyuarakan kebutuhan korban serta mendorong pemerintah memastikan proses evakuasi, distribusi bantuan, pelayanan kesehatan, dan pemulihan pascabencana berjalan secara transparan dan efektif.
Rian mengajak masyarakat Jakarta dan diaspora NTT memperkuat solidaritas bagi masyarakat Flores yang terdampak gempa.
Ia berharap kepedulian tersebut berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang lebih luas dan memberikan manfaat bagi korban.
“Bencana boleh mengguncang tanah Flores, tetapi jangan sampai mengguncang rasa persaudaraan kita. Dari Jakarta, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kami di Flores tidak menghadapi bencana ini sendirian,” pungkasnya. [VoN]

