Ruteng, VoxNTT.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, My Esti Wijayati, memantau langsung sejumlah sekolah yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sektor pendidikan di wilayah Manggarai Raya setelah gempa bumi yang mengguncang Flores.
Dalam kunjungannya, Esti melihat aktivitas belajar siswa di sejumlah sekolah. Meski fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, para siswa tetap mengikuti proses pembelajaran, termasuk kegiatan belajar yang dilakukan di tenda darurat.
Esti juga melihat langsung kondisi sejumlah bangunan sekolah yang terdampak serta kebutuhan pemulihan fasilitas pendidikan pascabencana.
Secara keseluruhan, tercatat 1.378 sekolah mengalami kerusakan di seluruh daratan Flores. Dari jumlah tersebut, sebanyak 502 sekolah mengalami rusak berat.
Esti mengatakan, perhatian pemerintah tidak hanya diperlukan terhadap kerusakan bangunan sekolah, tetapi juga kondisi psikologis anak-anak setelah gempa.
“Kami ingin mengetahui psikologis anak, anak-anak sudah siap untuk belajar, hanya kan gedung-gedung belum siap untuk digunakan, terlebih karena masih ada gempa susulan masih terus terjadi,” kata Esti.
Politisi PDI Perjuangan asal Yogyakarta itu mengatakan akan mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera melakukan revitalisasi terhadap sekolah yang mengalami kerusakan.
“Karena di sini sudah ada Kemendikdasmen, tentu kita akan mendesak melalui Dikdasmen, untuk segera melakukan revitalisasi ataupun sekolah-sekolah darurat. Karena kita tidak menginginkan sekolah anak-anaknya terhambat,” tegasnya.
Menurut Esti, pemerintah harus memastikan anak-anak yang terdampak gempa tetap memperoleh hak pendidikan. Apabila gedung sekolah belum aman digunakan, sekolah darurat dapat menjadi alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Pemantauan tersebut menjadi bagian dari perhatian DPR RI terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Manggarai setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores.
Kontributor: Leo Jehatu

