Borong, VoxNTT.com – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur telah memverifikasi 7.366 unit rumah yang terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Dari jumlah tersebut, 1.078 unit dinyatakan rusak berat.
Data tersebut merupakan hasil verifikasi sementara terhadap 24.392 unit rumah yang masuk dalam data awal. Selain rusak berat, sebanyak 1.499 unit mengalami rusak sedang, 2.085 unit rusak ringan, dan 2.704 unit tidak mengalami kerusakan.
Verifikasi tahap pertama dilakukan di lima kecamatan, yakni Lamba Leda Utara, Sambirampas, Congkar, Lamba Leda Timur, dan Lamba Leda.
Data tersebut dipaparkan Satgas Penanggulangan Bencana Kabupaten Manggarai Timur kepada sejumlah wartawan di Posko Utama Tanggap Darurat Penanggulangan Bencana di Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Manggarai Timur, Senin, 7 September 2026 siang.
Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Timur Winsensius Tala mengatakan data kerusakan rumah akan terus diperbarui melalui aplikasi Sigap Rumah Gempa.
“Datanya by name by address,” kata Winsensius, Senin siang.
Menurut Winsensius, hasil verifikasi tim lapangan selanjutnya akan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, kata dia, menerjunkan 11 kompilator dan 153 enumerator untuk melakukan verifikasi lapangan. Para petugas tersebut telah mengikuti pelatihan bersama BNPB.
“Tim ini akan terus bergerak menyasar semua kecamatan di Kabupaten Manggarai Timur,” ujar dia.
Winsensius mengatakan klasifikasi tingkat kerusakan rumah menjadi rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan ditentukan berdasarkan parameter yang ditetapkan BNPB.
Penilaian dilakukan terhadap sejumlah bagian bangunan dan jenis kerusakannya. Pada bagian pondasi, petugas menilai antara lain retakan yang terlihat jelas pada permukaan beton, kehancuran beton yang membuat tulangan beton terlihat, serta penurunan atau kehancuran pondasi.
Pada bagian kolom, penilaian meliputi retak rambut pada permukaan beton, retakan yang sangat jelas, serta kehancuran beton yang menyebabkan tulangan tertekuk atau deformasi pada kolom terlihat.
Untuk rangka atap atau kuda-kuda, petugas menilai kerusakan reng atau usuk yang hancur sebagian atau seluruhnya serta kuda-kuda yang roboh sebagian atau seluruhnya.
Pada bagian penutup atap, kerusakan yang dinilai antara lain penutup atap yang berjatuhan secara menyebar atau seluruhnya.
Sementara pada dinding, petugas menilai kondisi plesteran yang terkelupas, retakan yang terlihat jelas dan menembus pasangan batu, serta dinding yang jatuh sebagian atau seluruhnya.
Adapun pada bagian lantai, penilaian mencakup retak rambut yang menyebar sebagian atau seluruhnya serta retak besar, terbelah, atau hancur yang menyebar sebagian atau seluruhnya.
Data kerusakan rumah tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui secara bertahap berdasarkan hasil pendataan tim di lapangan setiap hari.
Kontributor: Nansi Taris

