Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah
MAHASISWA

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

By Redaksi21 Juli 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat hadir dalam Kongres Nasional XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Sanctus Thomas Aquinas di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Senin, 20 Juli 2026 (Foto: Facebook Melki Laka Lena)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNTT.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tetap menjalankan perannya sebagai mitra kritis pemerintah.

Menurut dia, PMKRI harus terus melahirkan gagasan segar, menggerakkan perubahan sosial, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan melalui semangat kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah.

“Melalui semangat gotong royong dengan mengusung spirit: ayo bangun NTT, melayani, bekerja, berkolaborasi, dan menginspirasi,” ujar Melki saat memberikan orasi wawasan kepemimpinan daerah bertajuk Kepemimpinan Daerah dalam Menyongsong Cita-Cita Daerah pada Studium General Kongres Nasional XXXIV dan Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII PMKRI Sanctus Thomas Aquinas di Aula Asumpta Katedral Ruteng, Senin, 20 Juli 2026.

Melki menegaskan pentingnya arah baru kepemimpinan daerah yang adaptif dan mampu membangun ekosistem ekonomi yang terintegrasi dari desa hingga pasar.

Menurut dia, pendekatan tersebut diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan struktural yang masih dihadapi NTT.

Ia memaparkan visi Pemerintah Provinsi NTT untuk mewujudkan daerah yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berdaya saing. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah memfokuskan pembangunan pada lima pilar strategis, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan infrastruktur yang saling terkoneksi, hilirisasi potensi lokal, penciptaan lapangan kerja melalui perluasan investasi, serta penerapan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.

Melki menilai persoalan mendasar ekonomi NTT selama ini tidak hanya terletak pada potensi daerah, tetapi juga pada lemahnya konektivitas antara komoditas lokal dan akses pasar. Karena itu, ia menegaskan pembangunan tidak lagi dapat dilakukan secara sektoral.

“Pembangunan harus membentuk satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Melki, ekosistem tersebut mencakup penguatan rantai produksi komoditas desa, pengolahan hasil untuk meningkatkan nilai tambah, perluasan pemasaran melalui jaringan digital, hingga kemudahan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah itu diharapkan mampu memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Melki juga menyoroti tantangan geografis NTT sebagai provinsi kepulauan. Menurut dia, daerah ini membutuhkan pemimpin yang memiliki integritas, visioner, adaptif terhadap perubahan, serta berani mengambil keputusan berdasarkan data dan fakta di lapangan.

Melki menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah.

Ia mendorong penerapan kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat sipil dan media, serta generasi muda untuk mempercepat pembangunan di NTT. [VoN]

Emanuel Melkiades Laka Lena Manggarai Melki Laka Lena PMKRI PMKRI Ruteng
Previous ArticleBupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya
Next Article Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

Related Posts

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Spesialis Tendang Bebas Jeims Moa Antar Desa Pinggang FC Raih Podium Dua di Turnamen U15 Kecamatan Cibal

2 Agustus 2026
Terkini

Jika Kopi Manggarai Bisa Bicara di Meja Hotel Labuan Bajo

10 Agustus 2026

Pendirian Universitas Republik Indonesia- Kemasan Simbol Kekuasaan

10 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

Ketua PSSI Mabar Usul Nama Stadion Ora Flobamorata Diubah Jadi Stadion Komodo

8 Agustus 2026

PSSI Cup II Manggarai Barat Diikuti 27 Klub, Hadiah Total Rp120 Juta

8 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.