Ruteng, VoxNTT.com – Peringatan Hari Anak Nasional dimanfaatkan Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot sebagai momentum mengevaluasi sekaligus memperkuat tata kelola lembaga pendidikan. Dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang pertemuan yayasan pada Jumat, 24 Juli 2026, pengurus yayasan bersama kepala sekolah dan guru menyepakati penguatan manajemen, peningkatan kualitas pelayanan, serta optimalisasi publikasi sekolah.
Ketua Yayasan TKK Fransiskus Assisi Karot, Pater Bonivantura Y. Lelo, OFM atau Pater Bovan berkata, peningkatan pelayanan kepada masyarakat harus diawali dengan penguatan manajemen dan tata kelola lembaga.
“Kita akan serius memperhatikan implementasi visi-misi lembaga ini melalui program-program yang relevan, pembagian tugas, pengembangan kompetensi guru, penilaian kinerja, dan pembinaan disiplin,” tegas Pater Bovan.
Ia mengingatkan para guru bahwa tuntutan dunia pendidikan semakin besar, terutama dalam hal inovasi pelayanan, tanggung jawab, dan kreativitas.
Namun, menurutnya, seluruh inovasi tersebut harus tetap berpijak pada nilai-nilai pendidikan Katolik dan semangat Santo Fransiskus Assisi sebagaimana tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yayasan.
“Perhatikan kekhasan pendidikan di lembaga ini agar operasionalnya selaras dengan visi-misi dan semangat St. Fransiskus Assisi,” jelasnya.
Ketua Pelaksana Harian Yayasan, Mansuetus Tatus mengatakan, fokus utama lembaga saat ini adalah memaksimalkan kualitas pelayanan pendidikan melalui pelaksanaan program-program sekolah yang telah disusun. Untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan, yayasan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan visi dan misi sekolah.
Hal senada disampaikan Vikaris Parokial Karot, Pater Rio Edison, OFM. Menurutnya, tata kelola lembaga pendidikan yang kredibel harus didukung sistem evaluasi dan pengukuran kinerja yang jelas.
Ia menilai TKK Fransiskus Assisi Karot telah melahirkan banyak alumni berkualitas sehingga capaian tersebut perlu dipertahankan. Kepekaan membaca tantangan, melihat peluang, dan pengabdian dengan hati, kata dia, merupakan ciri khas pendidikan Katolik.
Dalam rapat itu juga terungkap meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap TKK Fransiskus Assisi Karot. Pada awal tahun ajaran 2026, jumlah peserta didik baru yang terdaftar mencapai 50 orang.
Kepala TKK Fransiskus Assisi Karot, Priska Jenahat mengatakan, peningkatan jumlah murid harus diimbangi dengan pelayanan yang semakin baik, termasuk penyediaan sarana dan prasarana pendukung proses belajar mengajar.
“Kami juga akan sosialisasikan program sekolah kepada para orangtua murid, agar baik sekolah maupun orangtua memiliki tanggung jawab yang sama dan mendukung semua kebijakan yang kita ambil. Kami juga mengkonsepkan keterlibatan orangtua dalam proses belajar, sehingga mereka dapat melihat perkembangan anaknya di sekolah ini,” kata Priska.
Rapat koordinasi juga membahas keterlibatan TKK Fransiskus Assisi Karot dalam berbagai kegiatan di tingkat keuskupan maupun paroki sebagai upaya memperluas eksistensi lembaga di tengah masyarakat.
Selain itu, Pater Bovan menekankan pentingnya publikasi sekolah melalui media digital. Menurutnya, publikasi bukan hanya sarana promosi, tetapi juga bentuk akuntabilitas lembaga kepada masyarakat.
Ia mengatakan, publikasi melalui media tidak boleh dianggap remeh. Menurut dia, publikasi kegiatan dan berbagai praktik baik di lembaga pendidikan perlu terus digiatkan agar masyarakat mengetahui dan mengikuti setiap perkembangan di TKK Fransiskus.
“Oleh karena itu, akun-akun media sosial kita mesti selalu dimanfaatkan, bila perlu kita menempatkan orang khusus,” tegas Pater Bovan. [VoN]

