Borong, VoxNTT.com – Kasus kematian ibu hamil korban gempa dari Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur terus menjadi sorotan publik di media sosial.
Terkait kasus itu, aktivis GMNI NTT juga pemuda Manggarai Timur, Alvino Latu, mengatakan peristiwa kematian almarhumah Selviana Tijung, yang diduga ada kelalaian penanganan oleh petugas di RSUD Borong saat pasien mengalami kondisi darurat agar segera ditolong proses persalinan, namun yang terjadi semacam ada ‘pembiaran’ terhadap kondisi pasien.
Maka peristiwa tersebut bukan semata lambanya proses penaganan, melainkan gambaran persoalan sistemik dalam pelayanan publik yang kemudian menimbulkan tragedi kemanusiaan.
“Berdasarkan itulah maka publik patut mendesak agar ada evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di RSUD Borong, termasuk kita mendesak Bupati agara mencopot Dirut,” kata Alvino dalam keterangan tertulis yang dikirim ke VoxNtt.com, Jumat siang.
Ia mengatakan, yang meninggal dunia itu adalah rakyatnya Bupati Manggarai Timur. Sehingga, ke depan tidak ada lagi rakyat Manggarai Timur akibat dugaan lambannya penanganan medis saat di rujuk ke RSUD Borong.
“Karena itu Pemda Matim dalam hal ini Bupati harus ambil langkah tegas terkait kasus ini,” tegasnya.
Selain ke Bupati, Alvino juga mendesak agar DPRD Manggarai Timur segera memanggil manajemen RSUD Borong dan Dinas Kesehatan agar melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kematian almarhumah Selviana Tijung tersebut.
“Panggil manajemen RSUD Boeong dan Dinkes agar kasus ini dibuka secara terang benderang. Bukan soal mencari kesalahan, tetapi supaya ada perbaikan pelayanan publik ke depan,” ujarnya.
Sebagai masyarakat Manggarai Timur, ia pun turut mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya ibu Selviana Tijung, korban gempa asal Desa Satar Punda Barat itu.
“Turut berduka mendalam atas peristiwa ini. Semoga keluarga diberi kekuatan,” imbuhnya.
Adapun ibu Selviana Tijung meninggal dunia di RSUD Borong, pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ia meninggal pascaoperasi Caesar pada Sabtu, 29 Agustus 2026 malam.
Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena kontras klaim pihak RSUD Borong dan suami almarhumah.
Kontributor: Nansi Taris

