Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong
KESEHATAN

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

By Redaksi3 September 20263 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pihak RSUD Borong menyampaikan konferensi pers pada Senin, 31 Agustus 2026
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Kasus kematian Selvina Tijung, ibu hamil korban gempa asal Desa Satar Punda Barat, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menjadi sorotan.

Suami Selvina membantah klaim RSUD Borong yang menyebut istrinya sempat meminta maaf kepada tenaga kesehatan setelah persoalan penundaan operasi caesar viral di media sosial.

Klarifikasi tersebut disampaikan manajemen RSUD Borong pada Selasa, 31 Agustus 2026. Pihak rumah sakit menyebut Selvina sempat meminta maaf kepada petugas setelah mengetahui persoalan terkait penundaan operasi caesar menjadi perbincangan di media sosial Facebook.

“Almarhumah Ibu S, setelah kejadian tersebut, setelah adanya viral dan lain-lain, yang mendengar hal tersebut, dia langsung meminta maaf secara pribadi kepada petugas dengan menarik tangan petugas sambil mengucapkan, ibu, minta maaf saya tidak tahu kalau hal ini sudah terjadi seperti ini,” ungkap Humas RSUD Borong, Mariana M. Galis, saat konferensi pers pada Selasa, 31 Agustus 2026.

Mariana mengatakan permintaan maaf tersebut disampaikan Selvina saat didampingi suaminya.

Namun, Petrus Folier Insano, suami Selvina, membantah pernyataan tersebut. Ia mengatakan kondisi istrinya saat itu sudah sangat lemah sehingga tidak mungkin melakukan tindakan seperti yang disampaikan pihak rumah sakit.

“Itu omong kosong. Tidak pernah. Dengan saya suaminya saja tidak pernah omong. Sangat tidak mungkin maaf sementara mau minum air saja saya yang suap. Apalagi dia mau tarik tangan Nakes. Dia sudah tidak berdaya. Badannya lemas semua,” ungkap Petrus saat dikonfirmasi melalui telepon pada Kamis, 3 September 2026.

Petrus menegaskan pernyataan pihak RSUD Borong mengenai istrinya meminta maaf kepada tenaga kesehatan adalah tidak benar.

Kasus ini bermula dari unggahan akun Facebook Eccel J pada Sabtu, 28 Agustus 2026. Dalam unggahan tersebut, Eccel menyoroti kondisi Selvina yang disebut telah dua hari berada di ruang VK atau ruang bersalin RSUD Borong tanpa menjalani operasi caesar.

Eccel mendatangi ruang bersalin pada Sabtu sore sebagai keluarga pasien. Ia menanyakan kepada tenaga kesehatan yang bertugas mengenai waktu operasi Selvina.

Menurut Eccel, tenaga kesehatan yang bertugas justru membentaknya dan menyampaikan bahwa hanya suami pasien yang berhak menanyakan kondisi tersebut.

“Padahal saya sebagai keluarga hanya mau menanyakan itu karena memang dari puskesmas Dampek disampaikan pasien harus dioperasi makanya dirujuk ke RSUD Borong,” kata Ecel.

Unggahan tersebut kemudian memicu perbincangan di media sosial Facebook.

Pada Sabtu malam, setelah persoalan tersebut viral, pihak RSUD Borong melakukan operasi caesar terhadap Selvina. Bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat.

Namun, Selvina mengalami koma setelah operasi. Sehari kemudian, pada Minggu, 29 Agustus 2026, Selvina meninggal dunia.

Perbedaan keterangan antara pihak keluarga dan manajemen RSUD Borong kini menjadi bagian dari sorotan dalam kasus kematian ibu hamil tersebut.

Kontributor: Nansi Taris

Manggarai Barat Matim RSUD Borong
Previous ArticleEdi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.