Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kepala BPMPD Matim Tanggapi Polemik Sumbangan Dana Pelantikan Kades
Regional NTT

Kepala BPMPD Matim Tanggapi Polemik Sumbangan Dana Pelantikan Kades

By Redaksi26 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas PMD Matim, Paskalis Serajudin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kepala BPMPD Matim, Paskalis Sirajudin menanggapi polemik sumbangan kades untuk acara pelantikan pada 30 Maret 2017 mendatang.

Ia mengaku sumbangan tersebut wajar dan tidak melanggar hukum sebab dipakai untuk biaya makan minum pelantikan. Biaya ini, tegas Sirajudin, tidak dianggarkan dalam APBD 2017.

“Pelantikan ini tidak ada anggarannya dalam APBD kita. Karena itu, mereka (kades) beri sumbangan sukarela. Apalagi nanti mereka didampingi perwakilan 10 orang tiap desa. Jadi ini sumbangan bukan pungutan, apalagi disebut pungutan liar,” katanya melalui telepon, Sabtu (25/3/2017).

Sebab itu, ia mengajak semua pihak memahami niat baik para kades tersebut. Jika begitu, kata Sirajudin, situasi jelang pelantikan akan sejuk dan menyenangkan.

“Niat baik mereka harus sambut dengan baik pula. Jadi jangan dicurigai macam-macam apalagi digiring ke isu pungli. Kepentingan kita hanya satu; acara ini lancar dan sejuk,” pintahnya.

Senada dengan Sirajudin, Anggota Komisi A DPRD Matim, Mensi Anam menilai sumbangan ini menekan beban pengeluaran jika acara ini dibuat di desa masing-masing.

“Kalau serentak kan bisa menghemat biaya. Bayangkan saja kalau (pelantikan) dibuat di desa masing-masing pasti dananya lebih besar dari itu,” katanya pesan WhatsApp, Sabtu.

Selain hemat biaya, Anam juga memandang pelantikan serentak yang terpusat di Ibukota kabupaten ini sangat efektif.

Menurutnya, skenario ini dapat mencegah potensi gangguan keamanan terhadap kelangsungan acara ini.

“Kalau lantik di desa kan bisa saja ada masalah. Misalnya, calon yang kalah kemarin dan pendukungnya bisa saja ganggu acara ini dengan cara-cara tertentu,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, semua kades terpilih pada 28 Februari 2017 lalu secara sukarela menyumbangkan uang sebesar 1 juta untuk biaya pelantikan.

Sumbangan ini dipersoalkan sejumlah pihak karena dianggap tak patut. Sebab itu, muncul polemik yang membuat situasi jelang pelantikan serentak ini sedikit terganggu. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleRups Bank NTT Tidak Berjalan Mulus
Next Article Laudes {Puisi-Puisi Mikhael Wora}

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.