Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tidak Ada Drainase, Belasan Rumah Warga di Seputar RS Komodo Terendam Banjir
Regional NTT

Tidak Ada Drainase, Belasan Rumah Warga di Seputar RS Komodo Terendam Banjir

By Redaksi26 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Belasan rumah warga di seputar RS Komodo terendam banjir
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Sedikitnya belasan rumah warga di seputar Rumas sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo di Merombok, Desa Golo Bilas,  Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat terendam banjir akibat hujan yang menguyur wilayah itu, Minggu (26/3/2017) sore.

Pantaun media ini, hujan  menguyur wilayah Merombok dan sekitarnya mulai Pukul 16.00 Wita sampai Pukul 19.30 Wita.

Akibatnya, tercacat sebanyak 10 unit rumah yang terendam banjir dan sebagian halaman rumah warga ikut terendam banjir.

Diperkirakan air yang masuk di rumah warga itu setinggi 50 cm. Pemilik rumah bersama keluarga   bekerja keras menggunakan peralatan seadaanya untuk membuang air yang masuk di dalam rumah warga.

Mantan Kepala Desa Golo Bilas, Marthen Mitar kepada VoxNtt.com mengatakan air masuk di rumah warga karena tidak ada drainase di tembok pembatas antara RSUD Komodo dengan pemukiman warga.

Sehingga di saat hujan seperti ini, air hujan leluasa  masuk di rumah warga yang tinggal di seputar RSUD Komodo.

Akibat banjir tersebut, warga terpaksa tidak tidur dengan nyenyak pada malam hari.

“Apalagi hujan tiba malam hari, sehingga memaksa warga untuk selalu siap di rumah masing-masing ketika air hujan kembali masuk di rumah warga,” ujar Marthen.

Dia mengaku warga seputar RSUD Merombok sudah berkali-kali menyampaikan persoalan banjir akibat tidak ada drainase antara RSUD Komodo dan pemukiman warga kepada Bupati, DPRD dan Dinas Pekerjaan Umum Mabar. Namun sampai hari ini tidak digubris oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar.

Air banjir masuk ke dalam rumah warga

“Kita minta Pemkab Mabar untuk membangun drainase antara RSUD komodo dan pemukiman warga. Jika Pemkab Mabar terus membiarkan persoalan ini, maka akan menimbulkan ketersinggungan warga korban banjir yang akirnya menimbulkan reaksi yang keras,”  tegas Marten Mitar.

Warga Merombok yang tinggal di seputar RSUD Komodo, Valentinus Bino, Nurwahid dan Salehmudin mengaku sebelum adanya rumah sakit itu tidak ada persoalan banjir di rumah warga.

Namun, saat rumah sakit dibangun rumah warga di sekitarnya terendam banjir. Akibatnya, warga tidak nyaman saat hujan turun dikarenakan harus menjaga agar air tidak masuk di rumah mereka.

“Air masuk sampai di rumah warga sudah sejak mulai dibangunnya RSUD Komodo,” tutur  Salemudin.

Diberitakan media ini sebelumnya, warga yang mendiami seputar RSUD Komodo mengancam akan memagar pintu masuk rumah sakit jika Pemkab Mabar tidak membangun selokan pembuang antara tembok rumah sakit dan pemukiman warga.

Akibat tidak adanya selokan pembuang, sejumlah lahan milik warga di seputar RSUD Komodo tidak dapat dimanfaatkan karena air setinggi 3 meter mengenanggi area tersebut. (Gerasimos Satria/VoN)

 

Manggarai Barat
Previous ArticleTolak Privatisasi Pantai Pede, Sejumlah Elemen Berencana Unjuk Rasa di Labuan Bajo dan Jakarta
Next Article Kali Wolowona Ende Jadi Tempat Pembuangan Sampah

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.