Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Keluarga Pasien Butuh Uluran Tangan Pemkab Matim
KESEHATAN

Keluarga Pasien Butuh Uluran Tangan Pemkab Matim

By Redaksi30 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Safrianus Laura, bayi yang dioperasi di Bali
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Leonardus Arveno dan Srila Tanggo, warga asal  Nteweng, Desa Leong Kecamatan Poco Ranaka meminta uluran tangan pemerintah kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) untuk membiayai perawatan anak mereka atas nama Safrianus Loyra di rumah sakit Internasional Sangla Bali. Saat ini  anak mereka sudah keluar dari rumah sakit dan numpang di salah satu rumah keluarga Manggarai.

Damianus Nabur, sebagai orang tua warga Kecamatan Poco Ranaka di Bali yang menghubungi VoxNtt.com via telepon, Kamis (30/3/2017) mengatakan, biaya rumah sakit Safrianus Loyra sebesar Rp 75 Juta.

Dikatakannya, pihak keluarga Manggarai di Bali sudah berusaha mengumpulkan uang dan saat ini belum bisa melunasi utang. Sehingga meminta kepada Pemkab Matim agar bersedia menolong warga tersebut.

Pihak keluarga terus mencari donatur supaya bisa melunasi biaya administrasi rumah sakit. Buah hati dari  pasangan Leonardus Arveno dan Srila Tanggo yang berusia enam bulan yang merupakan anak pertama  menderita kelainan pada usus yang membuatnya  kesulitan pada saat buang air besar. Jalan keluarnya adalah dengan operasi kolostomi yang sudah dilakukan dua kali.

Dia mengatakan, Safrianus memulai perawatan di RSUP Sanglah Denpasar sejak 19 Februari 2017 lalu, dan baru tiga hari yang lalu diperbolehkan pulang. Biaya admistrasi, pengobatan sebesar  Rp 75 juta. Saat ini ayah dari bayi tersebut membayar cicilan Rp 500.000 perbulannya.

Dia mengatakan selain biaya rumah sakit juga biaya pembelian susu karena bayi tidak bisa konsumsi ASI. Setiap hari harus mengkonsumsi susu khusus yang direkomendasikan dari rumah sakit dan harganya tiga ratus ribu satu kaleng.  Dalam sebulan harus membeli hingga empat kaleng.

Dia mengatakan dari dana yang terkumpul baru melunasi biaya operasi putranya sebesar Rp 7 juta dan masih tunggakan sebesar Rp 68 juta.

Mewakili keluarga, Damianus berharap kepada pihak Pemkab dan DPRD Manggarai Timur, serta siapa saja untuk membantu meringankan beban dan saat ini mereka menginap di salah satu keluarga di Bali. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleTdF Tidak Berpengaruh Untuk Perekonomian Masyarakat Ngada
Next Article Bupati Tote Himbau Para Kades Tidak Boleh Monopoli Tugas Aparatur

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.