Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tolak TdF, KOAM Makassar Turun ke Jalan
NTT NEWS

Tolak TdF, KOAM Makassar Turun ke Jalan

By Redaksi7 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tolak TdF, KOAM Makassar Turun ke Jalan
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Makassar, Vox NTT- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Aktivis Manggarai (KOAM) Makassar turun ke jalan untuk menggelar unjuk rasa menolak Tour de Flores 2017.

KOAM beralasan event itu tidak berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Flores, malah sebaliknya merugi karena APBD masyarakat dihambur-hamburkan untuk mendanai kegiatan ini.

“Berkaca pada Tour de Flores jilid 1 yang sudah menghabiskan dana APBD sebanyak Rp 16,3 miliar dari propinsi dan beberapa kabupaten justru kegiatan itu menjadi ajang politisasi bagi elit dan aktor kapitalis untuk mencari keuntungan dan pamor publik,” kata Kordinator Aksi, Bayu Pranata melalui pesan facebook, Jumat (7/4/2017).

Menurutnya, TdF itu produk kompromi antara pengusaha pariwisata dengan pemerintah daerah. Tak heran kalau pemerintah ngotot menggunakan APBD dan membohongi rakyatnya sendiri. Tapi, ujungnya nanti event ini hanya menguntungkan pengusaha pariwisata.

“Kegiatan tour de Flores merupakan kegiatan kebohongan publik yang begitu dasyat bagi masyarakat Flores. Yang meraup keuntungannya adalah orang kaya yang memiliki bisnis pariwisata di Flores,” tegasnya.

Karena itu, ia mendesak agar event itu tidak boleh dilaksanakan. Selain merugikan keuangan daerah, kegiatan ini juga memberi ruang berkembangnya kapitalisme ekonomi dan politik di pulau Flores.

“Hal ini justru menjadi celah bagi para kapitalis untuk mengembangkan kekuatan ekonomi dan politik untuk perlahan-lahan menguasai Tanah Flores,” imbuhnya.

(Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai
Previous ArticleIni Jawaban Plt Kadis Kesehatan Matim Terkait Rakerkesda di Hotel Bintang Labuan Bajo
Next Article Ketua Komite Minta Pengelolaan Dana BOS SDI Dongang Dievaluasi

Related Posts

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.