Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Gelisah, Rindu dan Cinta Masa Lalu {Puisi-Puisi Fitri Wolos}
Sastra

Gelisah, Rindu dan Cinta Masa Lalu {Puisi-Puisi Fitri Wolos}

By Redaksi8 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Fitri Wolos
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Fitri Wolos

Gelisah

Janji dan waktu adalah gelisah
Ketika tutur menyayat damai
Menjadi tipisan yang melukai
Layaknya waktu yang mendorong berkelana
Masih dirimu yang lalu lalang di kepala dan hatiku
Namun itu dahulu,
Akhir-akhir ini aku lebih menyukai langit daripada kamu
Apalagi jika malam berbulan dan berbintang
Mereka ramai, diam tetapi indah
Kamu menjadi terlalu senyap
Aku pun semakin ragu
Ragu walau sekedar untuk menyapa
Kutitipkan saja sapaku pada langit
Lihatlah semoga kamu menemukan.

Cinta Lampau

Masih tanpa pelukan
Saat tengah malam semakin menyeramkan
Hanya burung hantu berdendang
Doa membuatku terlelap tegas

Masih tanpa dekapan
Saat pagi begitu malas beranjak
Hanya embun menjenuh dalam sejuk
Rupamu masih samar-samar

Masih tanpa kehangatan
Saat khilaf mencurimu dariku
Ketika resmi hampir terpilin
Sayangnya, takdir memang menjauh
Pergi melewati jendela
Mendaki pada jenang langit
Sampai berjumpa lagi.

Rindu

Jarak ditakdirkan untuk menebalkan rindu
Tetapi doa dilantunkan untuk menyatukan hati dalam iman
Agar setiap rindu terberkati oleh pertemuan
Dan pertemuan direstui dalam persandingan suci
Sebab jarak yang walau hanya sejengkal tak boleh di lapisi dengan curiga,
cukup balut saja dengan rindu dalammu berdoa***

*Fitri Wolos adalah anak tunggal dari pasangan Petrus Sais Wolos (Alm) dan Maria Wenefrida Lendo. Bagi Fitri, sangat penting memperkenalkan kedua orang tua, sebagai bentuk penghargaan atas jasa mereka. Pemilik nama lengkap Anastasia Safitri Wolos adalah lulusan Universitas Negeri Padang. Fitri lahir di kota, Ruteng pada 3 September 1993. Fitri menulis puisi karena puisi telah mengabadikan sebagian hidupnya. “Puisi adalah aku.”, begitulah Fitri menghayatinya. Fitri juga merupakan anggota Komunitas Sastra Hujan Ruteng.

Previous ArticleIni 5 Titik Rawan Bencana di Takari, Pengguna Jalan Harap Hati-Hati
Next Article E-KTP {Saja-Sajak Yohan Lejab}

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.