Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Nasib Ratusan Guru Honorer SMA dan SMK di TTU Terkatung-Katung
Regional NTT

Nasib Ratusan Guru Honorer SMA dan SMK di TTU Terkatung-Katung

By Redaksi9 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT- Pemberlakuan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pengganti UU Nomor 32 Tahun 2004 salah satunya mengamanatkan manajemen pengelolaan SMA dan SMK berada di tangan pemerintah provinsi.

Pasca pemberlakuan UU ini, nasib ratusan guru honorer yang tersebar di 23 SMA dan SMK di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT hingga kini terkatung- katung.

Para guru honorer tersebut  belum mendapatkan SK dari Gubernur NTT  yang mengakibatkan sejak bulan Januari hingga April 2017 mereka belum mendapatkan upah.

Hal tersebut pun dibenarkan Mikhael Boyfala, seorang guru honorer yang mengabdi di SMK   Suara Timur Tunbaba ketika dihubungi media ini via telepon, Sabtu (8/4/2017).

“Untung saja kami masih dibiayai oleh komite sekolah, kalau tidak kami mau hidup kermana,” tutur guru honorer yang mengabdi sejak tahun 2009 tersebut.

Mikhael menuturkan, sejak bulan Februari lalu dirinya dan guru honorer lainnya sudah selesai  mengurus kelengkapan administrasi di kantor  UPTD yang terletak di kota Atambua.  Namun hingga kini belum mendapatkan informasi terkait kejelasan nasibnya dan para guru honorer lainnya.

Senada dengan dia, Marselus Kolo, salah seorang guru honorer yang mengabdi di SMAN Miomafo Tengah mengungkapkan, tidak diterimanya upah kerjanya selama 4 bulan terakhir mengakibatkan rumah tangganya mengalami kesulitan ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari terpaksa bergantung pada penghasilan yang diperoleh isterinya.

“Tolong ingat kami juga, PNS saja yang terlambat beberapa hari saja kadang masih mengeluh, apalagi kami yang sudah berbulan-bulan tidak terima gaji begini,”ungkap Kolo dengan nada kesal.

Dia berharap agar secepatnya pemerintah provinsi NTT dapat menjelaskan nasib mereka, sehingga tidak berdampak negatif pada proses belajar mengajar di sekolah. (Eman Tabean/VoN)

TTU
Previous ArticleDinas Pendidikan Manggarai Diminta Jangan Lindungi Kepala SDI Dongang
Next Article DPRD TTU Minta Pemprov NTT Serius Perhatikan Nasib Guru Honor SMA dan SMK

Related Posts

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026
Terkini

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.