Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»OMK Noa Atraksikan Jalan Salib Hidup
Regional NTT

OMK Noa Atraksikan Jalan Salib Hidup

By Redaksi14 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Drama jalan salib di paroki St. Mikael Noa, Manggarai Barat
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT- Peringatan Kematian Kristus Yesus atau Jumat Agung  yang jatuh pada hari ini, Jumat, 14 April 2017 dikemas dalam berbagai cara oleh umat Kristen di seluruh dunia.

Di Paroki Santo Mikael Noa, Kecamatan Mbeliling, Orang Muda Katolik (OMK) menggelar jalan salib hidup di halaman kampung Noa hingga pelataran Gereja Paroki Santo Mikael, Jumat , (14/04/2017) pagi.

Drama penyaliban Yesus ini serupa dengan kisah perjalanan Yesus  disalib seperti yang tertuang di dalam injil.

Drama penyaliban atau yang biasa dikenal dengan tablo ini diperankan oleh 30 orang dari OMK Paroki Santa Mikael.

Ada yang berperan sebagai Yesus, Maria Magdalena, Bunda Maria, serdadu, dan para rasul. Prosesi drama penyaliban ini dilakukan  sepanjang jalan Kampung Noa hingga ke Gereja Paroki Santo Mikael Noa.

Ketua Organisasi OMK Paroki Santo Mikael, Boy Canterbury mengatakan, drama Penyaliban Yesus dimulai dengan sesi Yesus memikul salib ke Bukit Golgota.

Pemeran Yesus yakni Deny memikul salib kayu buatan dengan diiringi doa dan lagu-lagu hingga ke perhentian ke-14.

“Kita menggelar jalan salib hidup pada Jumat Agung ini supaya umat-umat Katolik di sini benar-benar merenungi dan mendalami kesengsaraan Yesus dalam memikul salib untuk menyelamatkan manusia,” terang Boy kepada VoxNtt.com.

Prosesi Jalan Salib, lanjut Boy, berlangsung selama dua jam dan diikuti oleh ratusan umat Katolik dari Paroki Santo Mikael, Noa.

Akhir prosesi drama Jalan Salib ditandai saat Yesus meninggal di kayu salib kemudian dipangku oleh ibunya, Bunda Maria.

“Selesai drama penyaliban Yesus, umat kembali ke gereja untuk doa penutup,” kata Boy. (Gerasimo Satria/VoN).

Manggarai Barat
Previous ArticleDi Lapas Maumere, Para Napi Basuh Kaki Umat dan Membagikan Komuni
Next Article Kesejukan Alam Cunca Murung di Satarmese Barat

Related Posts

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.