Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Ketua Yayasan Menduga Mantan Kepsek Matilda di Balik Aksi Anarkis Siswa
Regional NTT

Ketua Yayasan Menduga Mantan Kepsek Matilda di Balik Aksi Anarkis Siswa

By Redaksi17 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Yayasan SMK Santa Matilda Nagekeo, dr. Fransiskus Xaverius Lameng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Ketua Yayasan Abraham Maumere, Fransiskus Xaverius menduga mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Santa Matilda Nagekeo, Yustinus Karson Jogo berada di balik rencana aksi anarkis para siswanya pada, 7 April 2017 lalu.

Para siswa diduga telah diprovokasi mantan Kepsek Yustinus yang tidak menginginkan adanya pergantian kepengurusan di SMK Santa Matilda‎.

“Dengan menggunakan media batu dan kayu para siswa memporak-porandakan bagian luar dan dalam mobil. Siswa juga berniat menggulingkan dan membakar mobil itu, beruntung, Yakobus Mapa, warga Aeramo yang berada dilokasi berhasil menggagalkan niat mereka,” kata Dokter Fransiskus VoxNtt.com, Sabtu (15/4/2017).

Dijelaskan kejadian itu berlangsung saat pihak Yayasan Abraham tengah melaksanakan acara serah terima jabatan Kepsek baru di Aula Kantor SMK Santa Matilda.

Saat itu pihak yayasan sekolah mengangkat Maria Pano sebagai Kepsek baru menggantikan Yustinus Karson Jogo.

Acara masih berlangsung, tiba-tiba saja puluhan siswa mengamuk dan melempar kaca sekolah dengan menggunakan batu. Bengkel di sekolah itu dan mobil milik yayasan juga ikut dirusakan oleh siswa.

Tak hanya sarana sekolah, kata dokter Fransiskus, pegawai Yayasan Abraham, anggota Kepolisian Sektor Aesesa juga ikut dilempar.

Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, Kapolsek Aesesa, Kompol Jamaluddin mengatakan mobil milik Yayasan Abraham Maumere hancur setelah diserbu puluhan siswa SMK Santa Matilda Nagekeo pada Jumat, 6 April 2017 lalu sekitar pukul 11.00 Wita.

Baca Juga: Mobil Ketua Yayasan Dilempar, SMK Matilda Nagekeo Ditutup

Dalam kejadian itu, tak hanya mobil milik Yayasan Abraham Maumere yang menjadi korban. Namun kaca sekolah, bengkel sekolah, serta mobil milik polisi juga ikut rusak.

Menurut Jamaluddin, kejadian itu bermula ketika Yayasan Abraham Maumere sedang melaksanakan acara serah terima kepala sekolah di aula kantor SMK Santa Matilda. Maria Pano diangkat menjadi kepala sekolah baru menggantikan Yustinus Karson Jogo.

Saat acara berlangsung, tiba-tiba puluhan siswa mengamuk dan melempar kaca sekolah dan melakukan pengrusakan bengkel di SMK Santa Matilda.

Para pegawai di sekolah itu juga jadi korban amukan sejumlah siswa tersebut.

“Kasus ini kita terus kembangkan, karena tidak mungkin (pelaku) hanya dua orang,” kata Jamaluddin.

Ia mengatakan, polisi juga tengah memeriksa saksi-saksi lain. Pengembangan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencari aktor dalam kasus pengrusakan mobil Pajero Sport tersebut. (Arkadius Togo/VoN)

 

Nagekeo
Previous ArticleDi Balik Kesuksesan Petani Boru Kembangkan Hutan Kemasyarakatan
Next Article Petani di Poco Ranaka Mengeluh Kesulitan Mendapatkan Pupuk

Related Posts

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
Terkini

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.